Technologue.id, Jakarta – YouTube dewasa ini sudah jadi platform iklan yang digandrungi. Brand-brand ternama berbondong-bondong menayangkan video iklannya di YouTube, mulai dari yang berdurasi singkat sampai yang belasan menit.

Nah, belum lama ini, YouTube merilis 10 iklan terpopuler di Indonesia selama tahun 2017. Iklan-iklan tersebut adalah video yang terbukti mampu memikat perhatian warganet dengan beragam cara, macam tema video yang unik, cerita yang tersimpan di dalamnya, sampai yang menggandeng sosok terkenal dan tepat.

Baca juga:

YouTube Hapus 8,2 Jutaan Video dalam 3 Bulan, Video Apa Saja Itu?

- Advertisement -

Dari 10 iklan brand itu, enam di antaranya adalah dari brand teknologi informasi ternama di Tanah Air. Mereka adalah Bukalapak, Shopee Indonesia, Go-Jek, JD.ID, Smartfren, dan Vivo Indonesia.

JD.ID dengan iklannya berjudul “#DijaminOri” berhasil meraih lebih dari 39 juta views, tertinggi dibandingkan lima brand lainnya walaupun baru dipublikasikan pada bulan September 2017. Sementara iklan “Nego Cincai Bukalapak” dan “Godaan Shopee” masing-masing dilihat sebanyak lebih dari 14 juta dan 11 juta kali.

Baca juga:

Indosat Luncurkan Paket Unlimited, Nonton YouTube Sepuasnya Rp5.000

Selain itu YouTube turut mengumumkan 10 channel peraih status Gold Button di awal 2018 alias kanal yang subscriber-nya mencapai lebih dari 1 juta. Ada nama Arief Muhammad, Deddy Corbuzier, dan band Last Child yang mengisi daftar tersebut. Total, kini ada 38 channel yang berstatus Gold Button di Indonesia, jauh meningkat daripada 2016 silam yang masih dua saja.

“Kami melihat adanya pertumbuhan jumlah kreator yang pesat di Indonesia. Orang Indonesia tidak hanya melihat konten internasional di YouTube, namun mereka begitu bangga dengan kreator lokal yang mampu berinteraksi dengan mereka dalam bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan mereka,” jelas Veronica Utami, Head of Marketing, Google Indonesia, dalam siaran pers yang redaksi terima (11/05/2018).

Baca juga:

Berapa Banyak Netizen yang Buka YouTube Per Bulannya?

“Para marketeer telah menyadari hal ini dan memanfaatkan talenta lokal untuk menyampaikan pesan mereka kepada masyarakat, baik di perkotaan maupun di luar perkotaan,” tutupnya.