Technologue.id, Jakarta – Mitra pengemudi wanita kerap dipandang sebelah mata oleh pelanggan Go-Jek. Entah karena alasan kenyamanan atau keamanan berkendara.

Wanita dianggap tak umum mengendarai kendaraan, apalagi membawa penumpang. Hal itu juga yang sering menjadi masalah bagi driver wanita. Tak jarang mereka harus di-cancel, saat pelanggan tahu mereka dapat driver wanita.

Baca juga:

Go-Pay Pay Day Hadir Lagi, Kasih Cashback 50 Persen

Shinto Nugroho, Chief Public Policy and Government Relations Go-Jek, mengungkap cancellation rate mitra driver wanita dari konsumen lebih tinggi 2,7 persen dibandingkan dengan mitra laki-laki. Padahal driver wanita juga perduli dari segi kelengkapan berkas-berkas dan keamanan berkendara.

- Advertisement -

“Banyak cancellation berasal dari pengguna cowok yang tidak mau diboncengi oleh driver wanita. Ini karena persepsi. Padahal dari jangkauan kita di 167 kota, ada beberapa kota, safety mitra perempuan itu lebih tinggi. Jumlah kecelakaan juga lebih sedikit,” ujar Shinto, saat mengadakan workshop mengenai safety riding, di kantor pusat Go-Jek, di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Baca juga:

Keluhan Pengguna Dipaksa Top-up Go-Pay Warnai Media Sosial

Go-Jek mencoba mengubah persepsi ini dengan pelatihan keselamatan berkendara (safety riding) bagi driver wanita. Penyedia layanan transportasi online ini bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan platform pelatihan Queenrides.

Fokus utama program ini adalah membentuk pola pikir berkendara yang baik serta memberikan edukasi berkendara dalam bentuk teori dan praktik.

“Pelatihan safety riding sudah kami berikan mulai dari mereka masuk ke Go-Jek sampai mengemudi sampat saat ini. Pelatihan tidak hanya sekali tapi harus selalu diingatkan. Go-Jek ingin mengubah persepsi bahwasanya mitra perempuan tidak aman. Padahal mitra wanita justru lebih hati-hati,” tandasnya.
Iim Fahima Jachja, Founder and CEO Queenrides (Choiru Rizkia / Technologue.id)

Sementara itu, Iim Fahima Jachja, Founder and CEO Queenrides mengatakan, program safety riding sangat penting bagi pengendara sepeda motor, terutama wanita. Karena hingga kini kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kecelakaan sepeda motor oleh kaum wanita.

Iim mengungkapkan, pertumbuhan pengguna motor dalam lima tahun ini meningkat sebesar 42 persen. Namun mirisnya, angka kecelakaan perempuan turut naik hingga 49,5 persen dalam dua tahun. Ada kesenjangan angka kecelakaan di jalan raya antara pengendara wanita dengan pria, yaitu 5:2

“Kecelakaan pengendara wanita meningkat sangat signifikan. Ini membuktikan dibutuhkan pelatihan berkendara yang aman bagi para pengendara motor,” kata Iim di tempat yang sama.

Baca juga:

Pemkot Semarang Gandeng Go-Jek dan Blibli.com Wujudkan Smart City

Pelatihan ini diikuti oleh seratus mitra driver wanita. Mereka akan dibekali materi keselamatan dan peraturan lalu lintas oleh Kemenhub, serta berbagai tips berkendara selamat, mulai dari atribut berpakaian ketika mengendarai motor hingga postur tubuh di atas motor.

Safety is a must. Kebanyakan, kesadaran safety dalam berkendara belum dilakukan. Safety perlu dilakukan mulai dari hal kecil seperti pakai helm dan mengatur kecepatan. Kalau sudah dilakukan dengan baik, maka keselamatan akan diperoleh. Saya sarankan kecepatan kendaraan oleh pengendara wanita sekitar 30-40 km per jam,” kata Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia.