Technologue.id, Jakarta – Smartfren meluncurkan kartu perdana baru, Kartu Perdana BosKu (Bonus Kuota). Kartu ini khusus dihadirkan Smartfren bagi para pengguna smartphone 4G.

Kartu Perdana BosKu hadir dengan total bonus kuota sebesar 360 GB, yang dapat diperoleh dengan melakukan isi ulang minimal Rp 50 ribu per bulan. Bonus kuota akan diberikan maksimum 24 kali atau 24 bulan setelah aktivasi.

Baca Juga:
Smartfren Hadirkan Paket Roaming di 15 Negara Asia

Khusus untuk bonus pertama, pelanggan harus melakukan isi ulang minimal Rp 50 ribu dan meng-instal aplikasi MySmartfren di hari yang sama dengan aktivasi. Selanjutnya pelanggan hanya cukup melakukan isi ulang minimal Rp 50 ribu setiap bulan maka bonus akan diterima per 30 hari. Bonus kuota diberikan sebesar 15 GB yang berlaku 14 hari.

- Advertisement -

“Smartfren berikan bonus kuota 360 GB selama dua tahun. Sebulan pengguna dapat 15 GB dengan pembagian pagi dan malam, selama 14 hari. Syarat harus top up Rp 50 rb,” jelas Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren, saat meluncurkan kartu perdana BosKu, di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Kuota tersebut terdiri dari 2 GB kuota utama, 3 GB kuota chatting, dan 10 GB kuota malam. Tak luput, ada juga gratis telepon ke sesama pelanggan Smartfren selama bonus masih berlaku.

Baca Juga:
Smartfren Bawa Layanan 4G LTE ke Kepulauan Terluar Indonesia

Sekadar informasi, bonus yang diberikan Smartfren ini tidak akan memotong nominal yang di top up oleh pelanggan. Namun bila pengguna melewati isi saldo meski hanya sekali, benefit yang diberikan otomatis akan gugur.

“Pulsa tetap utuh. Mau dipakai telpon, beli aplikasi, beli kuota lagi, silahkan buat beli macam-macam. Bila hangus, pengguna bisa berlangganan paket internet yang lain,” sambungnya.

Kartu perdana BosKu bisa dipakai di smartphone 4G terbaru dari brand mana saja. Mulai dari Samsung, Oppo, Vivo, Nokia, Asus, Xiaomi, Realme, Huawei, Infinix, dan masih banyak lagi. Kartu ini akan diberikan secara gratis ketika pengguna membeli sebuah smartphone.

“Kita berikan bonus kouta melalui SP (starterpack) ini. Tinggal masukkan SP ini lalu IMEI kita catat dan hanya boleh pakai sekali. Kalau IMEI nya sudah tercatat, tidak bisa dipakai lagi. Jadi cuma IMEI baru, artinya dengan smartphone baru atau smartphone lama yang belum pernah menggunakan Smartfren,” jelasnya.

Selama distribusi dua minggu ini, kartu sudah terjual selama 20 ribu buah. Smartfren menargetkan kartu perdana ini mampu terjual sebanyak 4 juta selama edisi pertama ini. Selanjutnya, operator telco anak perusahaan Sinar Mas ini berencana memasarkan Kartu Perdana BosKu versi Lite dengan nominal lebih rendah.