Technologue.id, Jakarta – Sebagai game mobile pertama Nintendo sepanjang sejarah, tak heran kalau standar ekspektasi terhadap Super Mario Run begitu tinggi. Standar itu pun kian melambung ketika jumlah unduhan game franchise tersebut sejak dirilis Desember 2016 lalu mencapai 200 juta kali.

Sayangnya, uang yang diharap bisa diraup dari sini tak setinggi itu. AndroidAuthority (01/11/17) menjabarkan dalam laporan keuangan per kuartalnya, Nintendo menjelaskan bahwa game tersebut “belum mencapai poin profit yang dapat diterima.”

Baca juga:

Facebook Digugat Mantan Pegawainya, Ada Huru-hara Apa?

- Advertisement -

Apa sebabnya? Barangkali adalah in-app purchase yang terlalu mahal. Ya, meski bisa diunduh secara gratis, perusahaan asal Jepang ini mengharuskan user-nya membayar Rp135 ribu untuk bisa memainkan versi full-nya. Dalam kata lain, tak banyak orang yang tertarik menggelontorkan duitnya untuk memainkan game ber-genre endless running ini.

Baca juga:

Sony Bangkitkan Lagi Robot Anjing Pintar nan Lucunya

Sebaliknya, revenue Fire Emblem Heroes ternyata lebih tinggi daripada Super Mario Run. Padahal, game taktik itu hanya memiliki sepersepuluh dari total jumlah unduhan Super Mario Run. Tampaknya, sistem free-to-play dengan in-app purchasing opsional layaknya kebanyakan game freemium lebih menggugah user daripada konsep yang ditawarkan Super Mario Run.

Baca juga:

Serba-serbi WhatsApp Business, Ini yang Harus Anda Ketahui

Terlepas dari itu, Nintendo mengaku masih punya harapan tinggi terhadap Super Mario Run. Mereka ingin menjadikan game ini sebagai standar aplikasi Mario di perangkat pintar dan akan memanfaatkan pengalaman mengembangkan Super Mario Run untuk game mobile selanjutnya.

 

Share this