Technologue.id, Jakarta – Masalah kesehatan menjadi jadi isu penting di dunia saat ini. Untuk itu, perlu adanya transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan untuk memudahkan masyarakat.

Sistem integrator asal Jerman, T-Systems, mengimplementasi solusi dan sistem yang terintegrasi di rumah sakit guna meningkatkan efisiensi operasional dan biaya serta meningkatkan pelayanan medis pasien. T-Systems menggandeng SAP untuk memberikan solusi kesehatan terpadu bagi pemain industri kesehatan di Indonesia.

Baca juga:

Startup Singapura Ini Pun Kepincut Potensi IoT Indonesia

Tujuan diimplementasikannya proyek ini agar rumah sakit dapat meningkatkan layanan dalam mengolah informasi pasien dan operasional secara real-time, sehingga dapat mempercepat pengambilan keputusan dan dan mengoptimalkan realisasi pendapatan. Saat ini, sistem telah diadopsi oleh dua rumah sakit besar, yaitu Mitra Keluarga dan Eka Hospital.

- Advertisement -

Eka Hospital mengimplementasikan solusi SAP Healthcare, logistik, dan manajemen keuangan dengan T-Systems. Sementara Mitra Keluarga menerapkan sistem terintegrasi dengan SAP Electronic Medical Records and Business Process Management. Solusi ini meningkatkan kemampuan Mitra Keluarga untuk menerima informasi operasional dan klinis secara real-time pada platform SAP HANA. SAP HANA adalah database in-memory dan platform aplikasi, yang mentransformasi kalkulasi bisnis yang panjang menjadi proses real-time.

Baca juga:

Asuransi FWD Life Perkuat Layanan Digital bagi Korporat

“Digitalisasi di industi kesehatan sangat penting. Kami membantu business process dari rumah sakit yang mereka miliki saat ini menjadi lebih efektif. Kita integrasikan agar pelayanan mereka lebih cepat. Solusi ini mengelola daftar antrian pasien, pendaftaran pasien, pendaftaran ke dokter, sampai ke urusan rawat jalan atau rawat inap,” ujar Arkadiusz Czopor, Managing Director T-Systems Asia South, di acara media briefing Transformasi Digital Dalam Industri Kesehatan, Jakarta, Kamis (08/11/2018).

Integrasi ini tidak hanya melibatkan SAP saja, dikatakan Czopor, tapi juga Microsoft sebagai penyedia platform. Rumah sakit di Asia dan Jerman yang mengimplementasikan solusi ini dibuat sedemikian rupa supaya interface integrasi dengan produk lain pun akan menjadi mudah, contohnya radiologi.

“Kita akan bikin radiologi langsung terintegrasi ke dalam sistem. Semuanya integrated, termasuk cek lab dan farmasi,” imbuhnya.

Baca juga:

Telkomsel Turut Serta Digitalisasi Bisnis G4S Indonesia

Proses digitalisasi dan modernisasi sistem pendekatan medis masih merupakan jalan yang panjang dan berliku. Perlu waktu bulanan hingga tahunan agar ekosistem digital di rumah sakit dapat beroperasi semestinya.

“Soal waktu berapa lama (mengimplementasikannya), tergantung pada jenis penerapan di rumah sakitnya. Bila standar, setidaknya ada Microsoft di komputernya, bisa memakan waktu 6-10 bulan. Jika ada customize, misalnya keuangan, manajemen pasien, tagihan, itu bisa sampai dua tahun,” tuturnya.