Technologue.id, Jakarta – Beberapa tahun belakangan, industri Virtual Reality (VR) terus berkembang baik dari sisi konten maupun perangkat. Dan tahun ini, Lenovo tengah menyiapkan sebuah perangkat VR baru untuk dipasarkan.

TheVerge.com (09/01/2018) mengabarkan kalau Lenovo baru saja memperkenalkan headset VR bernama Lenovo Mirage Solo di ajang CES 2018. Perangkat ini sendiri berbasis standar dari Google Daydream.

Baca juga:

Ini Smartphone Dual-Camera dan Layar Berasio 18:9 Perdana dari Lenovo

Meski bentuknya tak jauh berbeda dengan model dasar Daydream, Mirage Solo memiliki sebuah keistimewaan, yakni bisa digunakan secara mandiri atau yang biasa disebut standalone. Dengan begitu, pengguna bisa menikmati konten VR tanpa harus mengoneksikan perangkat VR dengan smartphone.

Baca juga:

Printer Wireless Rp600 Ribuan Ini Sudah Support Augmented Reality!

Untuk bisa digunakan secara mandiri, perangkat Mirage Solo sendiri dibekali dengan chipset Snapdragon 835 dan RAM berkapasitas 4 GB. Sementara untuk memanjakan para gamer, Lenovo juga menyematkan layar sebesar 5,5 inci beresolusi 1.280 x 1.440 piksel. Soal kapasitas media penyimpanannya, ada memori internal berkapasitas 64 GB dan slot microSD.

Agar bisa berlama-lama bermain dengan Mirage Solo, baterai para perangkat ini dijanjikan bisa bertahan hingga tujuh jam lamanya. Namun sayangnya, beratnya yang mencapai 645 gram membuatnya menjadi headset VR kelas mainstream terberat untuk saat ini. Oleh karenanya, bisa jadi hal tersebut membuat leher agak pegal saat berlama-lama menyangganya.

Baca juga:

Samsung Sudah Bisa “Sulap” Tembok Jadi TV!

Rencananya, perangkat VR buatan Lenovo ini akan dilepas ke pasar dengan harga retail sekitar US$449 dan baru akan didistribusikan pada kuartal kedua tahun 2018 mendatang. Sayangnya, hingga saat ini belum jelas apakah nantinya akan masuk di Indonesia atau tidak.