Technologue.id, Jakarta – Maret lalu, telah terungkap bahwa Facebook mengumpulkan daftar panggilan (call log) dan SMS sejumlah penggunanya yang menggunakan perangkat Android. Praktik log scraping ini pun mencuatkan skandal privasi dari media sosial terpopuler sejagat tersebut.

Mulanya, Facebook membantah melakukan log scraping tanpa izin penggunanya. Alasannya, mereka telah menyediakan opsi untuk mematikannya di pengaturan (yaitu dengan menonaktifkan sinkronisasi kontak). Namun, perkembangan terbaru menunjukkan sebaliknya.

Baca juga:

Mark Zuckerberg Ogah Mundur dari Facebook

Melansir BusinessInsider.com (05/12/2018), dokumen yang didapat dan dirilis oleh Parlemen Britania Raya membuktikan bahwa Facebook memutuskan untuk mengumpulkan call log dan SMS tersebut tanpa secara eksplisit meminta persetujuan dari user.

- Advertisement -

Yang tak kalah mencengangkan, fitur ini sengaja “diselundupkan” ke aplikasi Facebook untuk Android. Begitu user memperbarui aplikasinya, maka fitur log scraping ini akan otomatis aktif tanpa perlu meminta persetujuan dari si pengguna.

Baca juga:

Pencipta Internet Desak Google dan Facebook Hargai Privasi Netizen

Kesengajaan Mark Zuckerberg cs ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari email internal tim Facebook tahun 2015 lalu, mengumumkan kehadiran log scraping ke publik di aplikasi Facebook dinilai membahayakan reputasi Facebook itu sendiri.

Baca juga:

Jangan Asal Hapus Pesan, Facebook Messenger Bisa Lacak Jejak Digital Anda

Kilah mereka, log scraping juga membantu user untuk memperkaya jaringannya, yakni dengan meningkatkan akurasi fitur “People You May Know”. Padahal, ketika fitur tersebut dihadirkan tahun 2016 lalu, kontroversi sudah muncul. Facebook beralasan fitur ini memanfaatkan data lokasi pengguna, lalu meralatnya. Sementara sekarang terkuak kalah rekomendasai People You May Know berdasarkan kontak orang-orang yang Anda miliki.