TikTok Tersandung Masalah di Perancis

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Perjalanan aplikasi video pendek TikTok lagi-lagi tersandung masalah. Setelah sebelumnya diblokir India, aplikasi asal China itu kini tengah digeledah oleh pemerintah Perancis lantaran mendapat aduan terkait keamanan data.

Dilansir dari Gizchina pada Rabu (12/8/2020), pemerintah Perancis lewat Pengawas Privasi Data Prancis (CNIL) mulai memeriksa dan menginvestigasi TikTok sejak menerima aduan pada bulan Mei lalu. Juru bicara CNIL menyebut aduan tersebut akan direspon secara serius.

Baca Juga:

Babak Belur Diserang Kiri-kanan, TikTok Bakal Tamat?


Sayangnya hingga saat ini belum diketahui bunyi aduan yang diterima CNIL itu seperti apa hingga mengharuskan mereka melakukan pemeriksaan terhadap TikTok secara keseluruhan. CNIL sendiri belum memberikan informasi lebih lanjut dan memilih untuk bungkam.

TikTok saat ini memang tengah dilanda banyak masalah. Selain masalah keamanan data yang berujung pada pemblokiran di sejumlah negara, aplikasi ini juga mendapat tekanan dari pemerintah Amerika serikat agar cepat menyepakati rencana akuisisi yang dilakukan oleh Microsoft dalam waktu dekat.

Presiden AS Donald Trump sampai memberi waktu 45 hari kepada ByteDance untuk menyelesaikan kesepakatan penjualan TikTok. Dan jika dalam tenggat waktu yang diberikan ByteDance tidak menyerahkan TikTok kepada Microsoft, Trump menyebut AS akan menghentikan hubungannya secara total.

Baca Juga:

Kompak, Jepang Juga Bakal Tinggalkan TikTok


Tidak berhenti di situ, masalah yang dialami TikTok juga datang dari para kompetitornya. Salah satunya adalah Instagram, media sosial yang berada di bawah naungan Facebook itu kini telah meluncurkan produk alternatif yang sangat mirip dengan TikTok, yaitu Reels.

Reels ini merupakan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna merekam sekaligus menyunting video pendek berdurasi 15 detik dengan latar musik. Dengan hadirnya aplikasi ini bukan tidak mungkin keberadaan TikTok akan tergantikan terlebih Instagram sendiri memiliki pengguna yang luar biasa banyak.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories