Tokopedia Terancam Terjerat UU ITE Akibat Kasus Kebocoran Data

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Akibat kasus kebocoran data pengguna, Tokopedia selaku penyedia platform e-commerce bisa terancam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menekankan bahwa UU ITE itu melindungi informasi dan transaksi Elektronik. Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) harus menjamin keamanan sistem platformnya. Aturan ini tercantum dalam Pasal 15 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2018 ITE.

Baca Juga:
Bukan 15 Juta, Data Pengguna Tokopedia Bocor Capai 91 Juta

Ia mengatakan pihak yang merasa dirugikan juga bisa melaporkan ke pihak berwajib. Hak ini berada dalam pasal 26 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 ITE.

“Sebab pengguna data pribadi harus sepersetujuan orang yang bersangkutan. Sehingga masyarakat bisa menggugat kalau kebocoran itu terjadi,” tutur Heru saat dihubungi Technologue.id, Senin (4/5/2020).

Bukan sekali ini saja kasus kebocoran data pengguna mendera sektor e-commerce. Sebelumnya Bukalapak mengalami kondisi serupa pada bulan Maret 2019. Sebanyak 13 juta data pelanggan bocor di dark web.

Baca Juga:
Diretas, Tokopedia Klaim Data pembayaran Tetap Aman

Dikatakan Heru, e-commerce kerap menjadi incaran karena data yang disimpan banyak dan beragam. Mulai dari nama, alamat rumah, nomor telepon, belum lagi terhubung dengan payment dan ada deposit yang disimpan misal untuk investasi emas, reksadana, hingga untuk token m-payment. Termasuk jumlah pengguna e-commerce yang angkanya bisa jutaan.

Terkait UU Perlindungan Data Pribadi, Heru mengatakan pembahasan peraturan ini baiknya dibahas setelah pandemi Covid-19 selesai. Sebab semua pihak sedang fokus memerangi Corona ini. Ia mengakui ada poin-poin peraturan yang harus diperbaiki.

“Betapapun, UU ini nantinya akan sia-sia jika salah isinya. Terutama tidak adanya kewajiban badan usaha tetap Indonesia bagi pengendali dan pemroses data, tidak ada kewajiban penempatan pusat data di Indonesia dan tidak adanya lembaga independen untuk mengatur, mengawasi dan mengendalikan data pribadi,” ungkapnya.

- Advertisement -

Latest News

Tokopedia START Summit 2021 Siap Digelar

Technologue.id, Jakarta - Tokopedia kembali akan menggelar konferensi teknologi untuk kali kedua yakni Tokopedia START Summit 2021, pada Sabtu, 3 Juli mendatang....

Paruh Pertama 2021, DANA Catat Pertumbuhan Signifikan

Technologue.id, Jakarta - Dompet digital Dana mencatat pertumbuhan positif di paruh pertama 2021. Capaian ini menempatkan DANA sebagai perusahaan teknologi finansial dengan...

Menhub Apresiasi Inovasi Grab saat Pandemi

Technologue.id, Jakarta - Adaptasi yang dilakukan Grab di tengah pandemi mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi. Ia mengatakan bahwa...

Daftar Area yang Kedapatan Layanan 5G Indosat

Technologue.id, Jakarta - Indosat Ooredoo resmi menghadirkan layanan 5G, Selasa (22/6/2021). Pada tahap awal ini, layanan tersedia di beberapa kota besar antara...

Instagram Music Meluncur di Indonesia

Technologue.id, Jakarta - Instagram akhirnya resmi merilis fitur stiker musik Instagram Stories ke Indonesia. Pengguna di Indonesia kini memiliki...

Related Stories