Technologue.id, Jakarta - TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop semakin memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal selama Ramadan 2026. Melalui kampanye “Ramadan Ekstra Seru”, kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan hiburan dan inspirasi bagi pengguna, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk berkembang di era digital.
Edwin Lengkei, Communications Lead TikTok Indonesia, mengungkapkan bahwa Ramadan selalu menjadi momen spesial di TikTok. Tahun lalu, lebih dari 21,9 juta video diunggah selama periode Ramadan, menunjukkan tingginya partisipasi komunitas. Menariknya, pada minggu pertama Ramadan 2026 saja, hampir 13 juta video telah dibuat oleh kreator dan penjual, melampaui setengah dari total konten sepanjang Ramadan tahun sebelumnya.
“Selain menghadirkan inspirasi dan hiburan, kekuatan penemuan di TikTok membantu pelaku usaha lebih mudah ditemukan calon pembeli. Semangat berbagi ini kami gaungkan melalui Ramadan Ekstra Seru bersama Tokopedia dan TikTok Shop,” jelas Edwin dalam acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Senada dengan itu, Antonia Adega, Communications Senior Lead Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, menambahkan bahwa tren discovery commerce semakin terlihat kuat. Pada awal Ramadan tahun ini, fitur LIVE shopping ditonton lebih dari 3,4 juta kali. Produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel, hingga kemeja menjadi yang paling diminati masyarakat.
Fenomena ini sejalan dengan tren Ramadan sebelumnya, di mana penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan meningkat hingga 30%. Bahkan, sekitar 68% pengguna menjadikan TikTok sebagai titik awal dalam menjalani Ramadan, mulai dari mencari inspirasi menu berbuka hingga menentukan keputusan belanja, bahkan sejak sebulan sebelum puasa dimulai.

Dampak positif sinergi ini juga dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Salah satunya adalah Mukena Wisanggeni, brand fesyen muslim yang telah berdiri sejak 2013. Dengan memanfaatkan ekosistem terintegrasi TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop, mulai dari konten kreatif, iklan, kampanye, hingga kolaborasi dengan affiliate, Mukena Wisanggeni berhasil meningkatkan nilai transaksi lebih dari dua kali lipat selama Ramadan.
Founder Mukena Wisanggeni, Nila Wulandari, menyebut bahwa solusi terintegrasi ini sangat membantu dalam memperluas jangkauan pasar. “Kami bisa memasarkan produk secara kreatif sekaligus menjangkau lebih banyak calon pembeli,” ujarnya.
Tak hanya itu, sejumlah brand lokal lainnya di kategori fesyen muslim serta makanan dan minuman juga mencatat pertumbuhan signifikan, rata-rata lebih dari lima kali lipat selama kampanye berlangsung. Bahkan, brand fesyen asal Bandung, Gwenza, mencatat lonjakan transaksi hingga tujuh kali lipat.
Founder Gwenza, Deby Lianti, mengungkapkan bahwa strategi live streaming menjadi kunci kesuksesan mereka. “Kami meluncurkan koleksi terbaru melalui live streaming selama 13 jam secara konsisten, dengan konten menarik bersama artis dan affiliate,” jelasnya.
Kisah sukses tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha yang mampu mengoptimalkan momentum Ramadan umumnya mengandalkan strategi “Tiga Pilar: Produk–Konten–Alat Pemasaran”. Kombinasi ini memungkinkan brand untuk tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mengonversi minat menjadi transaksi secara efektif.