Technologue.id, Jakarta – Pasar smartphone global telah dimeriahkan oleh banyak vendor asal China. Huawei, Xiaomi, Vivo, Oppo, dan OnePlus adalah deretan brand terkemuka dari Negeri Tirai Bambu itu.

Baca juga:

Era 5G Dorong Pertumbuhan Bisnis Virtual Reality di Indonesia

Di antara mereka, faktanya ada juga brand lain bernama Gionee. Vendor ini beberapa tahun terakhir sejatinya cukup produktif membuat smartphone ramah kantong. Terakhir, mereka mengeluarkan Gionee F205 bulan Januari lalu.

Baca juga:

- Advertisement -

OVO Ekspansi Layanan ke Surabaya

Namun, Gionee terpantau mengalami masalah keuangan hingga berada di ambang kebangkrutan dan likuidasi. Mengutip AndroidHeadlines.com (28/11/2018), penyebabnya adalah karena Gionee gagal membayar sekitar 400 supplier, kreditor finansial, dan perusahaan marketing.

Penyebab lainnya adalah karena chairman mereka, Liu Lirong, terjerat utang dari judi. Utang judi dan pengeluaran dari Lirong sendiri diperkirakan telah melebihi US$1 miliar (Rp14,3 triliun).

Baca juga:

Keluhan Pengguna Dipaksa Top-up Go-Pay Warnai Media Sosial

Tanda-tanda sekaratnya Gionee telah terendus sejak April lalu, yaitu ketika di-PHK-nya 4.000 pegawai dari headquarter mereka. Walau begitu, kini produk Gionee masih beredar di India. Perusahaan juga mengaku masih berniat memberikan pelayanan purnajual pada konsumennya, walaupun diprediksi tak akan mengeluarkan produk baru lagi dalam waktu dekat.