Technologue.id, Jakarta – MIDC (Konferensi Pengembang Xiaomi) kembali diselenggarakan di Jakarta, Indonesia. Acara ini menarik sejumlah besar startup lokal dan pengembang individu yang datang untuk berbagi ide mereka tentang cara membangun ekosistem internet baru dan meningkatkan layanan internet.

Dengan Indonesia yang menjadi kunci pasar internasional untuk Xiaomi, OS MIUI berbasis Android milik Xiaomi mempunyai lebih dari 24 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia. MIDC Indonesia berfokus untuk menyoroti keuntungan-keuntungan bekerja dalam ekosistem Xiaomi dan memberdayakan pengembang lokal.

Baca Juga:
Xiaomi Siapkan Smartphone Kamera 108 MP!

Tantangan terbesar yang dihadapi pengembang ketika meluncurkan aplikasi baru adalah mendapatkan daya tarik dan lebih maju dari para pesaing. Xiaomi melakukan rebranding terhadap toko aplikasi proprietary Mi Apps Store menjadi GetApps, untuk mempermudah para pengembang platform baru untuk mempromosikan produk-produk mereka.

Ivonne Li, Head of GetsApp, mengatakan distribusi global pada aplikasi-aplikasi dalam platform ini telah mencapai 220 miliar.

“Setelah satu tahun di Indonesia, GetApps memiliki 1,7 juta pengguna aktif harian, memperlihatkan peningkatan 170 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Pengembang aplikasi dapat menikmati bonus-bonus perdagangan dan berbagai strategi dalam mempromosikan aplikasi yang ditawarkan oleh platform. Contohnya, Ciayo, aplikasi membaca komik dari Indonesia mencapai 100 kali pertumbuhan.

Selain itu, dalam setengah tahun ini, GetApps juga meluncurkan “Seagull Project” yang fokus pada sumber daya investasi dengan nilai total Rp 200 miliar untuk mendukung pengembang lokal dan startup dengan memberikan penghargaan, menampilkan aplikasi di halaman awal, menerbitkan ulasan-ulasan, memberikan rekomendasi tajuk rencana, dan mengadakan acara-acara yang akan membantu membangun ekosistem internet baru yang bermanfaat untuk seluruh partisipasi.

Platform e-commerce terkemuka di Asia Tenggara, Lazada, telah mendapatkan keuntungan dari GetApps milik Xiaomi, dengan Xiaomi sebagai salah satu dari tiga terbaik mitra merek smartphone yang berkontribusi pada unduhan aplikasi Lazada.

Baca Juga:
Xiaomi Ungkap Bisnis Smartphone di Semester Kedua 2019

Sementara bagi developer yang fokus di game, Xiaomi telah membangun strategi distribusi game yang inovatif yang menggabungkan saluran promosi tradisional (Google Play dan App Store) dengan platform milik Xiaomi dan pembayaran terintegrasi dan solusi monetisasi.

Mint Games, sebuah laboratorium distribusi untuk game kasual dan indie telah diluncurkan oleh Xiaomi.

Menurut pihak Xiaomi, mobile gaming saat ini adalah pasar yang memperlihatkan potensi pertumbuhan yang mengagumkan.

“Ada 71,66 juta pengguna aktif harian ponsel Xiaomi yang merupakan gamers, dengan rata-rata 6,65 juta penambahan pengguna baru harian. Rata-rata sesi gaming pada ponsel untuk setiap pengguna bertahan 27 menit,” kata Robin Zheng, Head of Mi Global Game Publishing di Xiaomi.