Technologue.id, Jakarta – Tahun lalu, Xiaomi sempat memamerkan sebuah uji coba dari proyek teknologi fast charging 100W yang tengah digarapnya. Dan dari situ, terlihat bahwa baterai 4.000 mAh mampu terisi penuh dengan waktu 17 menit saja. Namun apakah hal itu bisa diwujudkan dalam waktu dekat?

Baca Juga:

Mengutip dari GizmoChina (04/02/20), Lu Weibing, salah satu petinggi Xiaomi baru-baru ini mengungkapkan kelanjutan dari proyek tersebut. Dan ia pun mengungkapkan bahwa ada beberapa tantangan untuk bisa mewujudkan teknologi fast charging semacam itu.

Menurutnya, pengisian baterai yang bisa dilakukan begitu cepat juga akan berdampak pada hilangnya kapasitas baterai dalam jumlah besar. Ia mengkalkulasikan, teknologi fast charging 100W membuat kapasitas baterai bisa hilang hingga 20 persen jika dibandingkan dengan teknologi fast charge 30W.

Baca Juga:

Selain itu, Xiaomi juga mempertimbangkan untuk menyiapkan beberapa skenario fast charge baik pengisian baterai melalui kabel maupun nirkabel. Dengan begitu, smartphone tidak melulu mendapatkan daya hingga 100W secara terus-menerus, melainkan ada kondisi tertentu dimana daya dan voltase bisa saja turun saat pada baterai sudah hampir penuh.

Setelah seluruh teknologi fast charge tersebut matang, hal yang tak bisa dilupakan adalah bagaimana membuat komponen pada smartphone bisa kuat dan tahan lama jika baterai terus-menerus diisi dengan kecepatan yang cukup ekstrem.