XL Axiata Gelar Sentra Vaksinasi Drive Thru di RSUI Depok

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar sentra vaksinasi secara drive thru untuk masyarakat di Depok, Jawa Barat. Program bernama “Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit” ini merupakan dukungan kepada pemerintah untuk mempermudah dan mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat.

“Kami bekerja sama dan bergotong royong menyukseskan program ini, agar pandemi COVID-19 bisa lebih cepat teratasi. Semua proses implementasi program vaksinasi drive thru ini berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan dan institusi yang berwenang lainnya,” ujar Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, saat peresmian sentra vaksinasi di RSUI, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga:
Halodoc Gelar Vaksinasi Covid-19 Drive Thru

Dian melanjutkan, vaksinasi yang dilaksanakan tersebut terealisasi berkat kerja bersama antara XL Axiata, dengan Universitas Indonesia (UI), Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Depok, serta Ikatan Alumni UI, termasuk pula mitra bisnis lainnya, yakni Benih Baik, Protelindo, Tower Bersama Group, Alita dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Program vaksinasi ini bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau surat keterangan domisili Depok, dan bukan khusus pelanggan XL Axiata.

“Untuk seluruh warga Kota Depok yang memenuhi syarat, silahkan datang untuk ikut serta, tidak harus pelanggan XL Axiata,” tuturnya.

Kegiatan vaksinasi akan diadakan selama dua bulan, mulai 22 Maret 2021, berlokasi di gedung parkir Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok.

Agar program vaksinasi nasional ini berjalan lancar, pihak Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) telah mempersiapkan alur dengan sebaik-baiknya, mulai dari registrasi hingga tahap observasi.

Baca Juga:
Halodoc Buka Pos Pelayanan Vaksinasi Drive Thru Kedua

Ketika peserta datang, peserta akan dilakukan verifikasi terlebih dahulu untuk dicek bukti daftar dan KTP/surat keterangan domisili Depok di pos verifikasi.

Selanjutnya, peserta diwajibkan melakukan validasi data registrasi di meja 1. Pada meja 2, tenaga kesehatan akan melakukan skrining kondisi kesehatan peserta dengan menanyakan beberapa hal, melakukan pengukuran tekanan darah, serta suhu tubuh.

“Jika kesehatan peserta dinyatakan dalam kondisi baik, maka peserta dapat melakukan tahap vaksinasi di meja ketiga. Bila tidak, maka peserta akan disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu selama 15-30 menit di area tunggu,” ungkap Astuti Giantini, Direktur Utama RSUI.

Setelah itu, para peserta akan diarahkan ke meja 4 untuk beristirahat dan diobservasi oleh tenaga kesehatan selama 30 menit dengan pengukuran kembali tekanan darah dan suhu, serta untuk mengetahui ada tidaknya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Jika aman, maka proses vaksin dianggap selesai.

“Total durasi proses vaksinasi adalah sekitar 1 jam. Kami berharap pelaksanaan vaksinasi drive thru ini berjalan dengan lancar dan dapat menjangkau kelompok lansia lebih luas,” pungkasnya.

Sentra vaksinasi ini melayani warga lansia (minimal 60 tahun) dengan KTP Depok atau berdomisili di Depok, tenaga pengajar dari Universitas Indonesia (UI) dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang sudah terdaftar.

- Advertisement -

Latest News

Trending di Twitter, Apa sih “WA GB”?

Technologue.id, Jakarta - Media sosial Twitter diramaikan dengan topik "WA GB". Hingga berita ini dimuat, Selasa (18/5/2021) topik tersebut sudah dicuitkan lebih...

Langganan Twitter, Bayar Rp42 Ribu per Bulan?

Technologue.id, Jakarta - Biaya langganan Twitter premium atau yang disebut Twitter Blue mulai terungkap. Peneliti aplikasi Jane Manchun Wong...

Susunan Petinggi GoTo, Perkawinan Gojek – Tokopedia

Technologue.id, Jakarta - Penggabungan usaha atau merger antara Gojek dengan Tokopedia melahirkan susunan manajemen perusahaan. Dalam perusahaan baru ini,...

Cara Migrasi Perpesanan WhatsApp ke Telegram

Technologue.id, Jakarta - Telegram telah meluncurkan fitur baru untuk membantu orang memindahkan riwayat obrolan mereka dari aplikasi lain termasuk WhatsApp.

Huawei P50 Jadi yang Terakhir untuk Leica?

Technologue.id, Jakarta - Desas desus berakhirnya kerja sama strategis yang dilakukan antara Huawei dan Leica sudah mulai berhembus sejak akhir tahun 2020...

Related Stories