Technologue.id, Jakarta – XL Axiata memastikan telah merampungkan pemulihan jaringan pascagempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Dibutuhkan sekitar 2 pekan setelah gempa melanda untuk kembali memulihkan 100 persen jaringan di seluruh Sulteng, termasuk Palu dan Donggala.

Dengan demikian berarti saat ini jaringan XL Axiata telah kembali berjalan normal seperti sebelum terjadi gempa. Dengan pulihnya jaringan ini, kini semua pelanggan XL Axiata di seluruh provinsi ini bisa kembali mengakses semua layanan XL Axiata.

Baca juga:

XL Axiata Terus Perbaiki Jaringan dan Salurkan Bantuan Pascagempa Lombok

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya, mengatakan, “Kami telah berhasil memulihkan sepenuhnya atau 100 persen jaringan di seluruh Sulawesi Tengah, termasuk Palu, Donggala, juga Sigi yang paling parah terlanda gempa. Semua kami lakukan agar masyarakat bisa kembali memanfaatkan layanan XL Axiata guna mendukung aktivitas pascabencana.”

Menurut XL Axiata, saat itu jaringan XL Axiata menjadi satu-satunya jaringan telekomunikasi dan data yang tetap bisa terus beroperasi saat terjadi gempa 7,4 SR melanda. Jaringan XL Axiata kemudian menjadi sarana untuk menyebarkan informasi mengenai kondisi yang terlanda bencana, termasuk dalam format foto dan video.

Baca juga:

Telkomsel: Layanan di Sulawesi Tengah Telah Pulih 100 Persen

Seiring dengan terus membaiknya kualitas jaringan di Sulteng, sejak akhir pekan lalu XL Axiata juga telah membuka kembali layanan pelanggan, termasuk layanan penjualan. XL Center Palu telah kembali buka sejak awal pekan ini.

Sejak pertama kali dibuka, langsung banyak pelanggan dan masyarakat yang datang untuk membeli kartu SIM baru, serta memulihkan kembali nomornya. Saat ini jaringan di Sulteng ditopang oleh total lebih dari 400 BTS, termasuk lebih dari 200 BTS 3G, dan sekitar 80 BTS 4G. Jumlah pelanggan ada total 342 ribu pelanggan, 15 persen di antaranya adalah pengguna layanan data.

Baca juga:

Sambut Era Industri 4.0, XL Axiata Kenalkan Solusi Bisnis Berbasis IoT

Dukungan XL Axiata untuk pemulihan kondisi di Sulteng pascagempa masih akan terus berlanjut, terutama berupa program-program sosial, antara lain dukungan untuk pemulihan bidang pendidikan.