Alexander Rusli Lepas Jabatan CEO Indosat, Siapa Penggantinya?

Alexander Rusli Lepas Jabatan CEO Indosat, Siapa Penggantinya?
Alexander Rusli (kanan) saat masih menjadi bagian Indosat Ooredoo berfoto bersama Menkominfo, Rudiantara (source: Indosat Ooredoo)

Technologue.id, Jakarta – Alexander Rusli merasa masa baktinya di Indosat Ooredoo yang hampir lima tahun ini sudah cukup. Pria yang akrab dipanggil Alex itu memutuskan untuk tidak meneruskan masa jabatannya di Indosat.

Kepastian ini redaksi dapat dari pernyataan resmi operator telekomunikasi yang identik dengan warna kuning itu. Mewakili perusahaannya, Komisaris Utama Indosat Ooredoo, Waleed Mohamed Ebrahim Al-Sayed, menjelaskan, “Kami telah menerima pemberitahuan dari Direktur Utama dan CEO kami, Alexander Rusli, bahwa beliau memutuskan untuk tidak meneruskan masa jabatannya di Indosat Ooredoo.  Selama lima tahun terakhir, Pak Alex telah memimpin Indosat Ooredoo melewati proses program transformasi yang menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan dan laba bersih yang positif sebagai hasil dari pertumbuhan konsumen yang tinggi.”

Baca juga:

Rayakan Ultah ke-50, Indosat Ajak Anak Muda Bikin Aplikasi yang Mendunia

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Alex atas kontribusinya yang amat berharga kepada Indosat Ooredoo dan mendoakan yang terbaik bagi kesuksesannya di masa yang akan datang,” tambahnya, kemarin (26/09/17).

Baca juga:

Apakah Jaringan XL Axiata di Kawasan Gunung Agung Masih Normal?

Sebenarnya, pengganti Alex belum diresmikan. Baru pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada November 2017 mendatang suksesornya ditunjuk. Di masa transisi ini, Director and Chief Sales and Distribution Officer, Joy Wahjudi, akan mengemban tanggung jawab sebagai Direktur Utama dan CEO Indosat.

Baca juga:

3 Kompetitor Berbahaya Moto G5s Plus di Indonesia

Sebelum menduduki kursi CEO Indosat, pria berkacamata itu pernah menjadi bagian dari Northstar Pacific hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Alex, yang lulusan University of Technology Australia itu, menggantikan posisi Erik Meijer.