Technologue.id, Jakarta – Sejauh ini, WhatsApp dikenal sebagai platform sebagian masyarakat dunia untuk menyambung silaturahmi hingga mengembangkan bisnisnya, misalnya lewat WhatsApp Business. Dengan beragam fitur di dalamnya, sedari voice call, video call, hingga kemampuan berbagi bermacam-macam file, wajar kalau WhatsApp kini digunakan banyak orang.

Akan tetapi, jika Anda peduli dan berniat memproteksi anak-anak di bawah umur dari paparan konten negatif seperti pornografi, baiknya batasi dan awasilah si kecil saat menggunakan WhatsApp. Pasalnya di dalam aplikasi yang telah diakuisisi Facebook Inc. itu, terdapat konten pornografi dalam bentuk GIF.

Baca juga:

Aplikasi WhatsApp Palsu Beredar di Google Play Store, Korbannya Jutaan!

- Advertisement -

Dari penelusuran redaksi, dengan memasukkan keyword tertentu, Anda bisa mendapatkan gambar GIF sensual atau adegan-adegan yang sebaiknya tak ditonton anak kecil supaya tidak menirunya di usia yang tidak tepat. Jangan lupa bahwa semua GIF ini bisa digunakan secara gratis dan dapat dikirimkan ke pengguna WhatsApp mana pun.

Namun tentu saja, GIF dewasa ini bukanlah “sajian” utama WhatsApp karena jauh lebih banyak konten lucu dan menarik dari kumpulan GIF tersebut yang bisa membuat interaksi virtual Anda jadi lebih intim.

Awas, Ada Konten Pornografi di WhatsApp!
GIF porno di WhatsApp (Technologue.id/Ulwan Fakhri)

Baca juga:

Begini Cara Menarik Kembali Chat Salah Kirim di WhatsApp

WhatsApp sendiri menghadirkan fitur berkirim dan menerima GIF sedari awal tahun ini. Ribuan GIF ini bisa diakses dengan men-tap simbol emoji di sebelah kiri kolom untuk mengetikkan pesan, lalu switch saja dari emoji ke GIF di bar paling bawah. Penyuplai GIF ini di antaranya adalah Tenor dan Giphy.

Nama terakhir yang disebutkan sebenarnya telah berurusan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Bulan Agustus lalu, Kemkominfo memblokir situs web Giphy.com atas tuduhan mengandung pornografi, SARA, serta praktik judi online.

Baca juga:

Waduh, Indonesia Terdampak WhatsApp Eror!

Hingga akhirnya di bulan Oktober 2017, situs pembuat konten GIF itu bisa diakses lagi di Indonesia karena Giphy dinilai sudah membersihkan konten negatif di platformnya. Namun dengan temuan ini, apakah Kemkominfo akan kembali membekukan akses ke Giphy atau bahkan ke WhatsApp?