Technologue.id, Jakarta – Bukalapak menargetkan jumlah transaksi pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018 mampu mengantongi Rp1,6 Triliun. Jumlah tersebut meningkat empat kali lipat besar dibandingkan tahun lalu.

Fajrin Rasyid, Co-Founder & President Bukalapak, mengatakan, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Harbolnas luar biasa. Sebab itu, mereka optimis memasang target lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

“Target tahun lalu Rp400 Miliar tercapai. Karena semakin banyak fitur Bukalapak dan pelapak yang bergabung, maka kami targetkan transaksi empat kali lipat menjadi Rp1,6 Triliun. Kami optimis (target ini) bisa tercapai,” kata Fajrin, di acara Pengumuman After.11 Harbolnasnya Bukalapak, di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Baca juga:

Butuh Pulsa Atau Paket Internet saat Harbolnas? 4 Situs Ini Kasih Banyak Promo!

Target ini bisa dibilang ambisius mengingat panitia Harbolnas 2018 sendiri menargetkan transaksi Harbolnas keseluruhan adalah Rp7 Triliun, naik dari sebelumnya Rp4,6 Triliun.

Dikatakan Fajrin, Bukalapak mematok jumlah transaksi naik dikarenakan adanya beragam fitur dan promo pada Harbolnas Bukalapak. Selain fitur nego, berbagai kejutan Promo Tiada Ampun lainnya termasuk serbu seru, flash deal serba 12 Rupiah, cashback Rp 1.2 Juta, dan gratis ongkir 12 kali setiap hari. Kampanye Harbolnasnya Bukalapak akan dimulai dari tanggal 12 Desember.

Baca juga:

Bukalapak Akomodir Program Cicilan Tanpa Kartu Kredit Melalui BukaCicilan

Momentum Harbolnas merupakan momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat. After.11 Harbolnasnya Bukalapak merupakan salah satu upaya perusahaan mendorong para pelaku UKM untuk naik kelas dan juga untuk mengajak serta mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan berbelanja online secara menyenangkan, aman dan terpercaya.

Saat ini, dikatakan Fajrin, sebanyak lebih dari 4 juta pelapak dan lebih dari 400 ribu warung/Mitra Bukalapak telah bergabung dan naik kelas bersama Bukalapak.

Di kesempatan acara yang sama, Bayu Syerli, Vice President of Marketing Bukalapak, menuturkan konsep tahun ini berbeda dengan Harbolnas tahun lalu. Menurutnya, tahun ini ada kemasan campaign yang lebih spesial dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga:

Bukalapak Ajak Pelapak Lebih Kreatif di Shake-A-Thon

“Tahun ini berbeda. Setelah perjalanan sembilan tahun tentu ada perubahan dari segi fitur, product, atau platformnya itu sendiri. Tahun lalu kami hanya fokus dengan fitur nego, namun sekarang ada fitur-fitur lainnya,” ujar Bayu.

Salah satu contohnya, di tahun ini Bukalapak menggandeng Dian Sastrowardoyo yang sebelumnya meluncurkan short movie AFTER .11 yang disutradarai oleh Timo Tjahjanto.

Dalam short movie tersebut diceritakan tentang Dian Sastrowardoyo yang berperan sebagai Agent D yang hidupnya selalu penuh bahaya. Kini dirinya harus memilih antara misi terakhir atau bersama keluarganya.