Baca juga:
Samsung Sudah Bisa “Sulap” Tembok Jadi TV!
Dalam tagar tersebut, sejumlah netizen menilai bahwa pemadaman listrik di ajang sekelas CES adalah sebuah ironi. Sebab, sebagian inovasi atau teknologi canggih yang dipamerkan di sana menjadi tak berguna ketika tak ada listrik. Kendati demikian, ada juga warganet dan perusahaan teknologi yang menanggapinya dengan tweet santai atau bernada candaan. Akun resmi Intel, misalnya, bercuit kalau Blackout (atau pemadaman listrik dalam bahasa Indonesia) adalah inovasi terbesar di CES 2018 setelah jaringan 5G. [caption id="attachment_26213" align="alignnone" width="673"]
Tweet Intel terkait CESBlackout (source: Twitter/Intel)[/caption]
Tak mau ketinggalan, HyperX pun mengunggah GIF yang mengilustrasikan betapa canggungnya para pengunjung CES ketika tak ada listrik, sama seperti ketika kita tak bisa menikmati koneksi internet yang baik.
[caption id="attachment_26216" align="aligncenter" width="359"]
Tweet HyperX terkait CESBlackout (source: Twitter/HyperX)[/caption]
Baca juga:
Tak Perlu Mukjizat, Siapa Pun Kini Bisa “Berkomunikasi” dengan Anjing
Ada juga Texas Instruments yang melucukan situasi CES 2018 yang gelap gulita itu dengan memublikasikan tampilan stand mereka dibandingkan ajang CES dua tahun sebelumnya. [caption id="attachment_26214" align="alignnone" width="673"]
Tweet TXInstruments terkait CESBlackout (source: Twitter/TXInstruments)[/caption]
Yang tak kalah kocak, ada netizen yang membuat lelucon bagaimana tak bergunanya asisten virtual besutan perusahaan ternama seperti Siri dan Alexa di situasi ini. Pun dengan polling iseng penyebab #CESBlackout dari @Aerocles.
[caption id="attachment_26215" align="alignnone" width="673"]
Tweet netizen terkait CESBlackout (source: Twitter)[/caption]
Baca juga:
Sementara itu, Consumer Technology Association (CTA) selaku penggagas CES menjelaskan pada redaksi bahwa pemadaman ini dikarenakan oleh hilangnya daya yang menyuplai venue. Walaupun membutuhkan waktu hingga lebih dari satu jam, power telah sepenuhnya dipulihkan berkat bantuan dari NV Energy dan para kru CES 2018. "Prediksi awal, penyebabnya adalah kondensasi dari hujan deras yang menimbulkan flashover pada salah satu fasilitas transformator," jelas CTA (10/01/2018).