Technologue.id, Jakarta – Para pelaku kejahatan siber kini mengincar para YouTube creator. Mereka mengirimkan notifikasi palsu yang berisikan pemberitahuan akan mengevaluasi permintaan untuk memonetisasi saluran YouTube pengguna.

“Tim kami telah meninjau saluran Anda. Kami mendeteksi lebih dari satu pelanggaran dalam proses peninjauan akun Anda,” ungkap teks di bawah logo YouTube resmi, yang juga mencatat bahwa perusahaan mengontrol semua saluran YouTube secara manual. Oleh karena itu, mereka akan meminta Anda untuk mengisi data dan mengirimnya kembali melalui e-mail.

Baca Juga:
Tips Cegah Smartphone Kemasukan Malware

Informasi yang diminta para phisher mencakup URL saluran dan kata sandi Anda. Menurut YouTuber yang terkena dampak, pemberitahuan palsu datang ke e-mail publik mereka, bukan ke alamat yang digunakan untuk menautkan ke saluran YouTube (jika e-mailnya berbeda).

Segera setelah phisher mendapatkan data, mereka akan mencoba mengambil alih akun Anda. Untuk apa? Mereka dapat melakukan penipuan kepada para pengikut (dan bukan hanya Anda) dengan menjalankan iklan phishing atas nama Anda, mempromosikan hadiah palsu, mengumumkan kontes berhadiah, dan beberapa skenario lainnya. Kemungkinannya bahkan tidak terbatas.

Baca Juga:
Serangan Malware Makin Banyak, Incar Pengguna Mobile di Indonesia

Lebih dari satu tahun telah berlalu sejak YouTube terakhir memperketat peraturannya tentang persyaratan yang harus dipenuhi oleh saluran/pembuat video untuk memonetisasi video (update terakhir pada Februari 2018). Saat ini, saluran yang didukung dengan iklan harus memenuhi beberapa kriteria, termasuk setidaknya memiliki 1.000 pengikut dan 4.000 jam keseluruhan waktu tonton dalam 12 bulan terakhir.

Tidak heran sebagian besar pengguna YouTube menganggap pemberitahuan mengenai ulasan akun secara menyeluruh adalah asli.