Baca Juga: Usai Harbolnas, GMV Lazada Meroket 18 Kali Lipat
Ada 50 ribu produk yang terjual saat Harbolnas. Produk yang paling banyak dibeli adalah gawai dan aksesoris. Jam tangan adalah salah satu produk yang paling laris terjual di Jakmall.com, sementara charger ponsel dan earphone berada di urutan kedua dan ketiga. Reza menjelaskan, ada temuan fakta menarik lain selama Harbolnas 2018. Jakmall.com mencatat kontribusi pembelian oleh reseller justru lebih banyak ketimbang konsumen umum. Dari komposisi penjualan selama Harbolnas tahun lalu, reseller mendominasi sebesar 75 persen berbanding dengan customer yang hanya 25 persen.Baca Juga: Harbolnas Berlalu, Shopee Catatkan 12 Juta Transaksi
Barang di Jakmall.com menjadi incaran para reseller karena paling murah dibandingkan e-commerce lain pada Harbolnas 2018 lalu, karena sistem kerja Jakmall.com selektif dalam memilih penjual yang pasti memiliki stok produk mereka sendiri. Ini yang tidak dilakukan di e-commerce lain. “Kenapa kami bisa lebih murah, karena penjual yang memiliki barang yang sama dengan harga lebih mahal tentu tidak bisa ditampilkan di Jakmall.com. Kami melakukan seleksi apakah merchant itu menjual barang original, paling murah atau enggak, dan ready stock atau enggak. Setelah di-approve, baru mereka bisa jualan,” ditambahkan Sugiri R. Wijaya, Co-founder dan Chief Business Development Officer Jakmall.com. Saat ini, JakMall memiliki 1,7 juta pengguna dan 3 ribu di antaranya merupakan reseller. Sementara itu, Jakmall menargetkan keuntungan meningkat dua kali lipat sepanjang tahun ini.