Technologue.id, Jakarta – Dua tahun beroperasi di tanah air, Nokia di bawah naungan HMD Global membuktikan mereknya memiliki taji. Jajaran perangkat Nokia diklaim sudah menjadi Top 5 Mobile Brand.

Laporan ini disampaikan Ravi Kunwar, Head of APAC, HMD Global, yang mengacu pada hasil survei internal dan sejumlah lembaga riset independen termasuk IDC Indonesia Q1 2019. Namun Ia tidak merinci ada di peringkat berapa tepatnya.

Baca Juga:
Nokia 2.2 Meluncur Pakai Android One, Segini Harganya

“Selain soal Nokia masuk di Top 5 Mobile Brand di Indonesia, kami tidak bisa memberikan nomor (urutan). Tapi kami menjadi brand yang paling dipilih untuk feature phone,” ujar Ravi.

Di Indonesia, Ravi mengaku belum mencapai Top 5 merek smartphone, tapi sedang menuju kesana.

Untuk mencapai target itu, Nokia sudah menyiapkan berbagai strategi pemasaran dan distribusi yang tepat.

Dalam hal distribusi, pabrikan ponsel asal Finlandia itu mengusung strategi omni channel, baik itu online maupun offline. Agar bisa menjangkau dimana konsumen berada, baik di kota besar hingga pelosok nusantara.

Baca Juga:
HMD Global Akui Smartphone Nokia Memiliki Penamaan Seri Model Membingungkan

Ditambahkannya, kontribusi penjualan melalui saluran offline masih sangat besar. Ia mengatakan, 90 persen penjualan Nokia berasal dari toko offline.

Nokia juga akan menambah ketersediaan produknya di gerai offline. Semua varian Nokia yang dipasarkan di Indonesia nantinya akan bisa dijajal langsung pengguna di gerai penjual.

“Nokia memiliki 3.600 outlet yang ada di Indonesia saja. Saat ini penjualan online masih 5 persen,” pungkasnya.

Kedepannya, mereka akan menyiapkan experience zone sehingga konsumen bisa mencoba dan merasakan produk terbaru.