Technologue.id, Jakarta – Masih ingat dengan game Snake yang dulunya populer di perangkat Nokia seperti 3310? Dengan semangat membangkitkan permainan klasik dan mengawinkannya dengan teknologi terkini, HMD Global selaku pemegang merek ponsel nokia menghadirkan Snake Real World.

Secara konsep, permainan Snake Real World tak berbeda. Anda tetap diminta mengendalikan si ular untuk melahap apel yang tersedia. Namun di Snake Real World, permainan bakal lebih “nyata” karena ular Anda akan berburu makanan di dunia nyata!

Baca juga:

Tren Gaming Mobile Belum Lengserkan Penggunaan PC Gaming

Entah itu di dalam rumah atau di tepi laut, Snake bisa muncul dan dimainkan di mana saja, menyesuaikan lingkungan di mana Anda berada. Hal ini memungkinkan karena teknologi augmented reality (AR) dan dukungan dari Facebook. Kalau Anda mau mencari inspirasi lokasi gamer lain memainkan Snake Real World, coba saja cek hashtag #imasnake2 di media sosial.

- Advertisement -

Ya, game sarat nostalgia ini dapat dimainkan melalui aplikasi mobile Facebook baik versi Android maupun iOS, tepatnya di bagian Facebook Camera. Asyiknya lagi, Anda bisa mem-broadcast aksi Anda secara live ke news feed saat memainkannya.

Baca juga:

Bermain Game Ada Manfaatnya? Apa Saja?

Selain game Snake Real World, HMD turut menyediakan Snake Mask, yang merupakan filter pengubah wajah Anda menjadi karakter snake. Kalau Snake Real World dimainkan mengandalkan kamera belakang ponsel, Snake Mask memanfaatkan kamera selfie gadget Anda.

Game Legendaris "Snake" Reinkarnasi, Kini Pakai Augmented Reality!
Filter Snake Mask di Facebook Camera (eksklusif / Technologue.id)

Baca juga:

Huawei dan Honor Kebut Performa Grafis Pakai GPU Turbo, Apa Hebatnya?

Kepada redaksi, HMD Global mengklaim bahwa permainan Snake sudah dimainkan 121 juta orang di seluruh dunia. “Sekarang pengalaman bermain menjadi lebih imersif karena para fans bisa menjadi ular itu sendiri dan memakan buah apel dengan menggunakan Facebook camera – dengan demikian HMD Global berhasil membawa ikon game interaktif klasik ke zaman AR yang modern,” tandas mereka (02/08/2018).