Technologue.id, Jakarta – Raksasa teknologi Huawei menggelar berbagai skenario inovatif untuk jaringan 5G dalam rangkaian kegiatan Asia Pacific Innovation Day 2019 di Chengdu, Tiongkok, Rabu (4/9).

Huawei mendemonstrasikan berbagai potensi penggunaan 5G mulai dari realitas virtual (VR) berbasis 5G + layanan beresolusi video 8K, 5G + drone, sistem telemedis serta ambulans berbasis 5G.

Baca Juga:
Pemerintah AS Tak Jadi Blokir Huawei?

Dalam skenario 5GVR, Huawei menempatkan kamera VR panoramik 360 derajat yang terhubung dengan Pusat Penangkaran Panda yang berjarak beberapa kilometer dari pameran.

Kamera tersebut menampilkan siaran langsung beresolusi 4K kepada para pengungjung yang menggunakan perangkat VR, yang ditramisikan lewat jaringan 5G. Selama menggunakan perangkat VR, para pengunjung disuguhkan pengalaman yang nyata di dalam pagar suaka bersama para panda.

Selanjutnya 5G + Video 8K, yang memungkinkan layar 8K menyiarkan video penampilan UltraHD (UHD) secara langsung, dalam waktu yang sebenarnya, yang berarti para peserta dapat menikmati penampilan-penampilan ini dengan gambar yang lebih tajam dan jelas.

Lewat jaringan ultra cepat 5G, aplikasi-aplikasi inovatif ini menarik perhatian para pengunjung dari berbagai negara dan kawasan Asia Pasifik. Mengambil contoh video 8K, resolusi video dapat mencapai 7680×4320; empat kali lebih tinggi dibanding video 4K. Diperlukan pengulur jaringan bandwith setidaknya 100Mbit/detik, yang hanya dimiliki oleh jaringan 5G.

Baca Juga:
Huawei Resmi Luncurkan HarmonyOS

Di masa depan, 5G akan terintegrasi lebih jauh dengan VR, siaran langsung 8K, serta layanan-layanan lainnya. Hal ini memungkinkan lebih banyak lagi implementasi aplikasi-aplikasi inovatif di berbagai wilayah seperti misalnya telemedis dan siaran langsung, yang akan mendorong perkembangan ekonomi digital.

Teknologi 5G dapat mengaktivasi lebih banyak aplikasi dalam berbagai industri, meningkatkan efisiensi secara signifikan dan memangkas biaya. Sebagaimana dipamerkan pada acara, jaringan 5G akan menjadi fondasi dari pertolongan medis darurat yang komprehensif, yang terdiri dari ambulans terkoneksi dan aplikasi yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) seperti AR (Augmented Reality) dan VR (Virtual Reality) serta drone.

Ketika seorang pasien dibawa dalam sebuah ambulans terkoneksi, dokter dapat menggunakan peralatan medis yang terdapat dalam kendaraan untuk menjalankan uji medis seperti tes darah, tes elektrokardiogram (ECG) atau pindai B-mode.

Pada saat bersamaan, informasi yang terkait, seperti misalnya gambar hasil pemindaian, ciri medis dan rekam medis pasien dapat dikirimkan ke rumah sakit dalam waktu nyata, sehingga dokter bisa membuat rencana perawatan segera dan mempersiapkan tindakan operasi secara tepat waktu. Hal ini dapat menghemat waktu dalam menolong pasien serta meningkatkan kemungkinan keberhasilan tindakan.