Ibu Kena Hujat Setelah Posting Lempar Bayi ke Kolam Renang di TikTok

Technologue.id, Jakarta – Krysta Meyer, 27 tahun, seorang ibu dari dua anak lelaki di Colorado Springs, Amerika Serikat, mulai membuka akun TikTok pada bulan Februari 2020. Dalam tiga hari belakangan ini, salah satu videonya yang menampilkan putra bungsunya, Oliver, telah menjadi sangat viral. Video itu ditonton lebih dari 51 juta kali di TikTok dan 20 juta kali di Twitter.

Dalam klip video terbaru ini, tampak bayi Oliver yang berusia 8 bulan dilempar ke kolam oleh instruktur berenang.

Baca Juga:
Viral Nama Band Rock Italia ‘OvO’, Bikin Netizen Keliru

@mom.of.2.boyss

Oliver amazes me every week! I can’t believe he is barely 2 months in and is catching on so fast. He is a little fish. #baby #swim

♬ original sound – mom.of.2.boyss

“Oliver membuatku takjub setiap minggu!” dia menuliskannya. “Aku tidak percaya dia baru berumur 2 bulan dan cepat sekali menangkapnya. Dia ikan kecil.”

Dalam postingan Meyer, lebih dari 100.000 orang mengomentari konten video itu. Beberapa diantaranya membuat lelucon, namun tidak sedikit pula menyatakan khawatir terhadap keselamatan bayi Oliver.

Meyer, yang merekam video tersebut di Little Fins Swim School, mengatakan kepada BuzzFeed News (23/6/2020) bahwa ia tahu klip itu kontroversial dan mengejutkan bagi banyak orang.

“Banyak orang melihat seorang anak dilemparkan ke dalam air dan berpikir, Itu tidak baik! Kamu seharusnya tidak melakukan itu!” dia berkata. “Aku mendapat ancaman pembunuhan. Ada orang yang memberitahuku aku ibu yang terburuk, bahwa aku membahayakan anak-anakku, bahwa aku membuat mereka trauma.”

Baca Juga:
Viral Youtuber Enggan Pakai Masker di Tengah Pandemi

Alih-alih terpojok, Meyer berkilah ingin masyarakat tahu ini bahwa bukan kelas berenang pada umumnya. Melainkan kelas berenang yang ditujukan untuk menguji cara bertahan hidup bayi.

“Seluruh premis di balik apa yang kita lakukan adalah keselamatan,” kata Lauri Armstrong, pemilik Little Fins Swim School. “Kami mengajar anak-anak berusia 8 bulan untuk menilai situasi mereka dan menemukan strategi keluar (di air). Saya tahu itu tampak gila.”

Armstrong telah memiliki sekolah renangnya selama lebih dari tujuh tahun dan melatih instrukturnya selama berbulan-bulan untuk mengajar kelas khusus ini dirancang untuk anak-anak diatas 6 bulan. Tujuannya bukan untuk mengajarkan bayi cara berenang, tetapi untuk membuat mereka nyaman di air, untuk belajar bagaimana berbalik jika mereka jatuh, dan untuk mengapung menggunakan punggung mereka.

Di sisi lain Bennett, salah satu pendiri Parents Preventing Childhood Drowning, mengatakan dia tidak nyaman melihat beberapa teknik pelemparan yang terjadi di Little Fins. Menurutnya, metode ini dilakukan dari “ketinggian yang tidak realistis.”

“Pertama kali saya melihat (video di TikTok), saya pikir itu mengejutkan,” katanya. “Tidak terlalu tinggi di mana anak itu dijatuhkan ke dalam air, tetapi saya telah melihat beberapa di fasilitas ini di mana anak itu dipegang terbalik dan dijatuhkan. Itu sangat tidak realistis dan berpotensi menyebabkan bahaya.”

Recent Articles

Data Pelanggan Bocor, Telkomsel Janji Berbenah

Technologue.id, Jakarta - Telkomsel secara resmi menyatakan komitmennya dalam menjaga keamanan data pelanggan. Anak perusahaan Telkom Group tersebut mengaku akan berbenah agar...

Kisah Hidup Karakter Antonio dari Free Fire

Technologue.id, Jakarta - Free Fire adalah game mobile battle royale paling populer di dunia saat ini. Game ini memiliki sistem karakter yang...

TikTok Hapus 50 Juta Video Bermasalah di Paruh Kedua 2019

Technologue.id, Jakarta - Aplikasi media sosial TikTok mengatakan bahwa pihaknya telah menghapus lebih dari 49 juta video dari platformnya selama paruh kedua...

Bercerai dengan Intel, Segini Keuntungan yang Didapat Apple

Technologue.id, Jakarta - Dalam gelaran WWDC 2020, Apple mengkonfirmasi perpisahannya dengan Intel. Sejumlah pihak menilai keputusan ini diambil guna menghemat pengeluaran perusahaan.

WFH Bikin Penjualan PC Meningkat Secara Global

Technologue.id, Jakarta - Pandemi Covid-19 banyak mengubah paradigma tentang banyak hal, termasuk bisnis. Beberapa industri ada yang berdampak sangat buruk, namun di...

Related Stories