Technologue.id, Jakarta – Sebagaimana telah redaksi beritakan sebelumnya, bulan ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meluncurkan program pendidikan tanpa gelar bertajuk Digital Talent Scholarship. Beasiswa pelatihan intensif ini akan menjaring 1.000 peserta terpilih untuk dipersiapkan menjadi sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk industri digital, termasuk menghadapi revolusi industi 4.0.

Baca juga:

Kemkominfo Berikan Beasiswa Pelatihan Industri Digital, untuk 1.000 Orang!

“Setelah mendapat pelatihan, peserta akan memiliki keterampilan untuk menjadi teknisi yang dibutuhkan perusahaan teknologi. Program ini memang tidak berintensi untuk menciptakan engineer, melainkan teknisi yang siap bekerja langsung ke dunia digital yang dikembangkan untuk menjangkau 20.000 orang di tahun 2019,” jelas Menkominfo, Rudiantara, dalam rilis resmi yang dikeluarkan kementeriannya (21/09/2018).

Baca juga:

Dukung Ekspansi, Jokowi dan Rudiantara Hadiri Launching Go-Jek di Hanoi

Untuk tahun ini, memang hanya akan ada 1.000 orang yang bisa belajar langsung dengan tenaga pengajar dari lima universitas negeri terkemuka di Indonesia. Namun ke depannya, kuota peserta bakal ditambah jauh lebih besar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada lima perguruan tinggi yang menginisiasi tahun ini untuk 1000 (peserta), tahun depan Insyaallah 20.000,” ujar Chief RA.

Baca juga:

Pemerintah Kebut Regulasi IoT Rampung Secepatnya

Kelima perguruan tinggi itu adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Padjajaran. Selain lima universitas itu, program ini juga didukung oleh Microsoft Indonesia selaku penerbit sertifikat keahlian sesuai dengan masing-masing tema pelatihan.

Digital Talent Indonesia terbuka untuk pelbagai kalangan, dari lulusan SMK bidang TIK, sarjana, hingga ASN dan pelaku industri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi digitalent.kominfo.go.id.