Technologue.id, Jakarta – Meski tak banyak yang menyadari, di dalam sebuah prosesor terdapat mekanisme scanning atau pemindaian virus untuk memastikan bahwa data yang diproses benar-benar bersih malware dan lain-lain. Namun hal tersebut nampaknya akan segera ditinggalkan oleh Intel.

Mengutip dari TheVerge.com (16/04/2018), Intel dilaporkan memiliki rencana untuk meniadakan proses pemindaian virus pada prosesornya. Hal tersebut dilakukan lantaran proses pemindaian itu memakan sumber daya dan daya tahan baterai pada laptop.

Baca juga:

2020, Apple Tak Mau Lagi Pakai Prosesor Intel

“Dengan teknologi Accelerated Memory Scanning, proses pemindaian akan ditangani oleh prosesor grafis internal buatan Intel, ketika proses pemindaian virus dilakukan, performa dan konsumsi daya akan lebih boros,” kata Rick Echevarria, VP divisi keamanan Intel.

Baca juga:

Ini Alasan Apple Tinggalkan Prosesor Intel

Berdasarkan hasil pengujian, ketika Intel tak lagi melakukan pemindaian virus pada prosesornya, penggunaan sumber daya CPU mengalami penurunan dari 20 persen menjadi 2 persen. Meski masih sebatas percobaan, hal tersebut memperlihatkan bahwa beban prosesor jauh lebih ringan karena tak ada lagi proses pemindaian virus.

Baca juga:

Intel Ingin Buat Laptop dengan Konektivitas 5G

Sebagai gantinya, pihak Intel sendiri tengah bekerja sama dengan Microsoft untuk bisa mengintegrasikan layanan Windows Defender Advanced Threat Protection (ATP). Tak cuma itu, mereka juga mencoba menggandeng beberapa vendor antivirus untuk menggantikan proses pemindaian virus yang selama ini dilakukan oleh prosesor.