Technologue.id, Jakarta – Recording Industry Association of America (RIAA) menerbitkan laporan pasar industri musik selama enam bulan ini. Platform musik online terus menggempur penjualan format lama, seperti keping CD dan unduhan. Terbukti, kalau platform music streaming kini menyumbang 75 persen dari total pendapatan industri musik secara keseluruhan.

Revenue music streaming sejatinya tumbuh 10 persen setiap tahun. Dari US$4,2 miliar, saat ini menjadi US$ 4,6 miliar. Sesuai yang dihimpun dari GSMarena.com (21/09/2018), sebagian besar pendapatan didorong oleh perluasan layanan streaming dan pelanggan berbayar mereka.

Baca juga:

Video Streaming Dominasi Gaya Belajar Online Pelajar Indonesia

Menurut RIAA, 1 juta pengguna baru tertarik berlangganan layanan premium streaming setiap bulannya. Hal ini merupakan pertumbuhan terbesar dibandingkan dengan kategori bisnis musik lainnya.

Baca juga:

Bosan Nonton Netflix? Coba 5 Aplikasi TV Streaming Android Ini

Tidak mengherankan, bila unduhan digital dan pendapatan penjualan fisik terus menurun. Pendapatan digital merosot drastis dari US$ 765 juta di H1 2017 menjadi US$ 562 juta di H1 2018. Sementara itu, penjualan keping CD turun sebanyak 41 persen, meskipun album vinyl mencatat peningkatan 13 persen untuk beberapa alasan.

Baca juga:

Lestarikan Warisan Budaya, Nonton Wayang Kini Tinggal Streaming

Mitch Glazier, Presiden RIAA, mengatakan bahwa pertumbuhan music streaming tercapai karena sistem lisensi musik yang semakin mudah. Industri mengeluarkan 70.000 album berbeda hanya antara Januari dan Juni.

Belum lagi, akibat tren semakin mobile, mayoritas penikmat musik lebih menyukai platform online ketimbang produk fisik. Banyak aplikasi music streaming yang sedang ngetren saat ini, sebut saja Joox, Spotify, SoundCloud, LangitMusik, dan masih banyak lagi.