Kisah Engineer Muda Tokopedia Bangun Aplikasi di iOS Hingga Diapresiasi Apple

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Membangun aplikasi Tokopedia untuk iOS menjadi pengalaman seru tersendiri bagi seorang engineer muda, Tonito. Siapa sangka buah karya yang dikembangkan sejak tahun 2015 itu berhasil ditampilkan di halaman depan atau Home Page di App Store global pada bulan Oktober 2020 silam.

Ya, Tokopedia mendapat pengakuan dari Apple sebagai penyedia platform global. Aplikasi Tokopedia pun masuk dalam kategori ‘Great on iOS 14’.

Pencapaian ini tak lepas dari peran besar seorang engineer kawakan. Memulai karir di Tokopedia pada 2013, Tonito merupakan seorang engineer di balik pengembangan aplikasi iOS Tokopedia, yang kini menjadi Head of Engineering Tokopedia. Saat ini, dirinya mengelola tim yang terdiri dari 50 orang. Sepanjang perjalanannya di Tokopedia, Tonito mengalami banyak tantangan dan perubahan.

Baca Juga:
Riset Tunjukkan Tokopedia E-commerce Paling Direkomendasikan Pengguna

Apa yang dicapai tim iOS Tokopedia saat ini tidak terjadi dalam sekejap mata. Ada banyak keringat, banyak percobaan dan kesalahan, dan banyak perbaikan dilakukan dari waktu ke waktu sebelum akhirnya aplikasi tersebut siap diluncurkan.

Ditambah, Tonito sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam hal pengembangan aplikasi iOS, dan pengguna iOS di Indonesia pun belum banyak.

“Sama sekali nggak mengerti. Tapi dengan semangat #MulaiAjaDulu, saya melihat pentingnya mengambil tantangan yang ada di depan dan mewujudkannya. Saya juga bilang untuk tidak khawatir karena saya bisa belajar sambil melakukannya,” ujar Tonito dalam keterangan tertulis, Senin (25/1/2021).

Setelah memakan waktu cukup lama, Tokopedia pun meluncurkan aplikasi mobile berbasis iOS pada pertengahan tahun 2015. Sejak saat itu, Tonito dan tim terus menciptakan berbagai inovasi digital guna mengikuti perkembangan inovasi Apple sebagai pemilik platform.

Di tahun 2016, Tokopedia me-launching versi iPad dari aplikasi dan bekerja sama dengan menggaet Uber di tahun 2017, sehingga pengguna tak perlu mengunduh aplikasi terpisah untuk memesan layanan Uber.

Baca Juga:
Hal Menarik di Tokopedia Sepanjang 2020

Inovasi tidak berhenti sampai di situ. Tonito beserta tim juga berkolaborasi dengan Apple Academy di tahun 2018 untuk membina talenta digital dalam hal penguasaan sistem iOS. Langkah ini diambil karena melihat sedikitnya jumlah iOS developer saat itu. Inisiatif tersebut rupanya membuahkan hasil yang membuat tim iOS Tokopedia dapat berkembang menjadi 40 orang pada tahun 2019.

“Saya memulai sebagai anggota di tim pertama iOS Tokopedia. Saya ingat dengan jelas ketika kami bekerja di ruko kecil dengan hanya segelintir karyawan. Jika saya melihat kami hari ini, kami bekerja di gedung kelas-A di lokasi strategis di Jakarta, dan Tokopedia telah berkembang dengan mempekerjakan ribuan orang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, sejak akhir tahun 2020 lalu aplikasi iOS Tokopedia mulai tersedia di Apple Watch, sehingga masyarakat dapat mengakses Tokopedia dengan mudah langsung dari Apple Watch mereka, mulai dari mencari produk hingga mengecek notifikasi dan memantau status pembelian.

Selain itu, Tokopedia juga menghadirkan dukungan terhadap fitur unggulan dari iOS 14, yakni home screen widget, yang dikembangkan hanya dalam waktu 6 bulan. Kehadiran widget Tokopedia di iOS 14 ini menawarkan berbagai kemudahan bagi pengguna karena dapat memantau transaksi serta berkomunikasi dengan penjual dan pembeli tanpa harus membuka aplikasi Tokopedia.

“Kami selalu berusaha mengikuti inovasi dan perubahan yang dilakukan oleh iOS. Biasanya, kami menerima informasi dari iOS sebelum peluncuran dan mencoba menyempurnakan aplikasi kami untuk mendukung fitur baru yang akan dirilis,” jelasnya.

Di sisi lain, pria lulusan Universitas Bina Nusantara itu juga optimis terhadap perkembangan industri teknologi di Indonesia, dengan melihat banyaknya perusahaan teknologi dan startup yang berkembang pesat. Namun menurutnya, jumlah talenta digital di Indonesia masih tertinggal jauh untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut.

Tidak jarang pula ia melihat developer muda yang meragukan kemampuannya sebagai seorang iOS developer karena berbagai alasan, seperti ketidaktersediaannya perangkat untuk bereksperimen. Padahal, ia menilai bahwa hal tersebut sejatinya bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.

“Di Tokopedia, kami selalu menyediakan perangkat terbaru dan mendukung mereka dengan pelatihan dan lokakarya untuk mengembangkan keterampilan mereka. Selama mereka memiliki dasar yang kuat dalam beberapa keterampilan umum yang dibutuhkan, mereka selalu bisa belajar sambil bekerja di sini,” pungkasnya.

Baca Juga:
Tokopedia Berdayakan Perempuan di Era Digital Lewat ‘START Summit Extension: Women in Tech’

Itu juga menjelaskan mengapa pengalamannya di START Summit, konferensi teknologi pertama Tokopedia pada Februari 2020, menjadi salah satu momen paling menantang dalam karirnya.

“Itu gila! Saya tidak pernah membayangkan berbicara di depan 2.000 orang di tempat tersebut dan ditonton oleh lebih dari 100.000 orang di seluruh Indonesia. Persiapannya intens, tapi saya bersyukur itu membantu saya menjadi komunikator yang lebih baik, terutama di depan umum,” tutur Tonito.

Tonito berharap agar Indonesia dapat memiliki lebih banyak talenta digital untuk membantu mempercepat pertumbuhan industri teknologi Tanah Air.

- Advertisement -

Latest News

Honor 50 Resmi Meluncur, Kembali Adopsi Layanan Google

Technologue.id, Jakarta - Honor resmi merilis smartphone teranyar yaitu Honor 50 Series, di China. Jajaran seri ini hadir dalam tiga model, yakni...

Honor Kembali Gunakan Google Mobile Services

Technologue.id, Jakarta - Sejak memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada tahun 2020 lalu membuat Huawei dan Honor tidak bisa...

Huawei Tak Jadi Rilis Mate 50 Tahun Ini?

Technologue.id, Jakarta - Umumnya, hampir setiap tahun Huawei meluncurkan dua produk flagshipnya yakni seri P dan seri Mate. Namun tahun ini, sepertinya...

Bukalapak Bakal IPO pada Agustus 2021

Technologue.id, Jakarta - Perusahaan e-commerce, Bukalapak akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada bulan Agustus mendatang.

Smartfren Uji Coba 5G di Frekuensi 26 GHz, Seberapa Kencang?

Technologue.id, Jakarta - Smartfren bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menguji jaringan 5G pada Kamis (17/6/2021) dengan menggunakan frekuensi 26 GHz...

Related Stories