Baca juga:
Samsung Galaxy Tab Active 2, Tablet Canggih nan Tangguh untuk Eksmud
"Ponsel lipat modern" ini pada dasarnya punya dua layar 5,2 inci yang masing-masingnya beresolusi HD. Namun di bagian tengah layar tersebut, terdapat engsel yang memungkinkan layar tersebut diposisikan saling membelakangi atau disejajarkan hingga ukuran gadget ini seakan-akan meluas. [caption id="attachment_22924" align="alignnone" width="673"]
ZTE Axon M (source: ZTE)[/caption]
Baca juga:
Enggak Perlu Go-Food, Pesan Makanan Sekarang Bisa Lewat Facebook!
Desain semacam ini memungkinkan user melakukan banyak hal dari smartphone-nya, mulai dari menjalankan dua aplikasi berbeda di masing-masing layar, menggabungkan dua layar untuk satu keperluan seperti menonton video dan bermain game, juga "mode cermin" yang memungkinkan satu fungsi dijalankan bersamaan dalam dua layar. Terakhir, pengguna ZTE Axon M juga bisa menggunakannya layaknya smartphone biasa dengan melipat salah satu sisinya. [caption id="attachment_22925" align="alignnone" width="673"]
ZTE Axon M (source: ZTE)[/caption]
Untuk urusan spesifikasi, gawai yang memakai sistem operasi Android 7.1.2 Nougat ini sudah setara dengan ponsel premium kebanyakan. Anda akan menemukan RAM 4GB, ROM 64GB, prosesor Qualcomm Snapdragon 821 Quad-Core, dan baterai 3.180mAh. Memang, Anda hanya akan mendapatkan satu buah kamera di bagian belakang, tetapi sensornya sudah 20MP dan didukung fitur autofocus serta dual-LED flash.
Baca juga:
Sayang, membawa pulang perangkat yang juga memiliki sensor sidik jari ini belum mudah. Soalnya, ZTE Axon M baru dijual di Amerika Serikat, Tiongkok, Eropa, dan Jepang mulai bulan depan dengan harga hampir Rp10 juta. Belum jelas kapan ponsel futuristik ini tersedia di Indonesia secara resmi.