Technologue.id, Jakarta – Layanan Smartfren Telecom telah tersedia di sepanjang jalur dan semua stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta.

Tidak hanya dapat dinikmati di sepanjang rute perjalanan, layanan Smartfren juga dapat digunakan di setiap stasiun baik 6 stasiun yang berada di bawah tanah maupun 7 stasiun layang. Mulai dari stasiun Hotel Indonesia sampai pemberhentian ujung di Lebak Bulus.

Baca Juga:
Abaikan 5G, Smartfren Fokus Geber Jaringan 4G

Tim Technologue.id berkesempatan melakukan ujicoba jaringan Smartfren dari titik Bunderan HI sampai Lebak Bulus. Didampingi oleh Direktur Smartfren beserta jajarannya, para awak media ikut menjajal kecepatan internet di dalam kereta cepat tersebut.

- Advertisement -

“Ini pertama kami mengujicoba signalnya Smartfren di MRT. Kita dengan bangga mengatakan bahwa Smartfren juga telah hadir di MRT. Diantara berbagai operator, kami ingin menjadi pionir, demi kenyamanan seluruh pelanggan kita. Seluruh masyarakat bisa menikmati layanan telekomunikasi walaupun di MRT,” kata Djoko Tata Ibrahim, Direktur Smartfren, di stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (9/3/2019).

Dalam trial di sepanjang jalur bawah tanah dari Bundaran HI sampai Senayan, terpantau kecepatan unduh mencapai 63,72Mbps dan unggah 4,88Mbps. Tidak dipungkiri ada beberapa titik yang mengalami hilang sinyal alias blank spot, sehingga kecepatan unggah (upload) mentok di angka 0.00Mbps.

Selama berada di perjalanan, penumpang MRT turut diajak streaming video tanpa lagging, browsing, bersosial media dan berkirim pesan melalui sosial messenger yang dimilikinya masing masing.

Hasil tes jaringan Smartfren di MRT (Choiru Rizkia / Technologue.id)

Baca Juga:
Smartfren Jual Kartu Perdana BosKu, Kasih Bonus Kuota 360 GB

Untuk memberikan layanan telekomunikasi yang optimal, Smartfren masih mengandalkan teknologi 4G LTE Advanced seperti pada umumnya. Namun khusus menangani indoor coverage, operator anak perusahaan Sinar Mas ini menggunakan teknologi penghantar sinyal terbaru yang dinamai leakage cable.

Munir Syahda Prabowo, Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren (Choiru Rizkia / Technologue.id)

Dikatakan Munir Syahda Prabowo, Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, leakage cable tidak seperti antena biasa. Kabel ini memiliki lubang kecil yang bisa memancarkan sinyal. Dalam menggelar jaringan ini, perusahaan bekerja sama dengan penyedia jaringan telekomunikasi untuk MRT Jakarta, yaitu Tower Bersama Group.

“Sinyal ini dipancarkan melalui leakage cable yang dipasang mitra kami, jadi tugas kami hanya menyuntikkan sinyalnya,” kata Munir.

Ia melanjutkan, “Istilahnya selang dipasang (oleh TBG), Smartfren tinggal pasang pompanya. Pompanya itu BTS.”

Baca Juga:
Smartfren Hadirkan Paket Roaming di 15 Negara A

Teknologi leakage cable ini sendiri telah diterapkan di seluruh dunia, terutama untuk memancarkan sinyal di dalam terowongan atau tunnel. Hal ini diklaim sangat efektif.

Sepanjang jalur MRT bawah tanah, Smartfren mengaku telah memasang masing-masing satu BTS di empat titik stasiun. Satu titik tersebut mampu melayani hingga 2000 orang.

Sejauh ini belum terlihat seberapa besar trafik pelanggannya di sepanjang jalur MRT. Namun Smartfren menegaskan akan tetap memberikan kualitas layanan terbaik.