Technologue.id, Jakarta – Walau ketinggalan dengan Samsung untuk merilis smartphone berteknologi iris dan face scanning, Apple tak keder. iPhone X pun jadi andalan Tim Cook cs mengusung Face ID sebagai pesaing Galaxy S8 dan Note 8 dengan keamanan biometriknya.

Namun di samping itu, Apple ternyata juga tak ragu untuk perang urat syaraf. Phil Schiller, Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple, dalam sebuah interview dengan Birght.NL tanpa ragu menyatakan fitur serupa Face ID yang dihadirkan vendor lain tak sepadan dengan bikinan perusahaannya, atau dalam bahasa Schiller, “stink”.

Baca juga:

Face ID iPhone X Tak Berfungsi? Begini Kata Apple

- Advertisement -

Melansir AndroidAuthority (12/12/2017), kinerja Face ID pada iPhone X diklaim berbeda dengan ponsel rivalnya, kendati sedikit mirip perannya dengan Touch ID pada seri iPhone sebelumnya. Face ID Schiller klaim lebih unik karena tak cuma bisa meng-unlock ponsel, tetapi juga mengaktifkan fitur semacam Apple Pay dan Siri serta tentu saja untuk urusan pengamanan lain.

Petinggi Apple: Face dan Iris Recognition di Android Hina!
Phil Schiller, Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple (source: Apple)

Baca juga:

Samsung: Pengguna iPhone Enggak “Dewasa”!

Di satu sisi, klaim petinggi Apple tersebut ada benarnya. Akan tetapi, raksasa Cupertino itu tak bisa terus-terusan jumawa. Pasalnya, sejumlah vendor Android seperti Huawei terendus bakal merilis sistem kamera depth sensing yang lebih kompleks dari Face ID. Kabarnya, sistem tersebut mampu membuat model 3D wajah manusia dengan 300 ribu contact points alias 10 kali lebih banyak daripada sensor iPhone X.

Baca juga:

Waduh, Face ID iPhone X Bisa Dibobol!

Di samping itu, Apple juga wajib meningkatkan kompleksitas Face ID. Sebab, November lalu, para pakar keamanan dari Bkav telah mampu membobol Face ID dengan topeng yang dibuat secara khusus. Kreasi topeng tersebut dihasilkan dari 3D printer untuk meniru model wajah dan juga kulit hand-made imitasi untuk men-trick teknologi depth mapping tadi. Ada juga gambar 2D yang digunakan di bagian minor seperti kedua mata.