Technologue.id, Jakarta – Dalam laporan keuangan Q3 2019 Samsung Electronics mencatatkan penurunan profit sebesar 56% laba operasi dari tahun ke tahun (YoY).

Selama periode Juli sampai September 2019, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu hanya meraup keuntungan sebesar 7,78 triliun won (atau sekitar U$ 6,58 miliar) turun dari 17,57 triliun won (US$ 15,04 miliar) tahun lalu, demikian dikutip dari GSMarena (31/10/2019).

Baca Juga:
Layar Samsung Galaxy S11 Bakal Lebih Panjang?

Menurunnya profit ini utamanya disebabkan oleh merosotnya pasar semikonduktor dan menurunnya permintaan pasar atas chip memori.

Di tahun depan, mereka berharap ada perubahan haluan di pasar semikonduktor bersamaan dengan meningkatnya permintaan untuk perangkat 5G secara global. Titik fokus lainnya termasuk smartphone layar lipat dan mengebut produksi chipset EUV 5 dan 7nm.

Baca Juga:
Tren Pasar Smartwatch Pecut Samsung Terus Inovatif

Di sisi lain, bisnis smartphone bernafas dengan baik karena didorong oleh penjualan Galaxy Note 10 dan seri A yang solid. Kedua seri andalan dari Samsung ini menghasilkan keuntungan untuk divisi mobile sebesar 2,92 triliun won (US$ 2,5 miliar). Atau 32% lebih tinggi dibanding periode sama pada 2018 lalu.

Selain itu, divisi panel layar Samsung OLED juga bernasib lebih baik dari tahun sebelumnya.