Technologue.id, Jakarta – Bisnis jam tangan pintar di pasar global tampaknya tumbuh cukup baik.  Perkembangan bisnis smartwatch diprediksi akan meningkat sebesar 22,1 persen pada tahun 2025.

Dengan tren pasar ke depan seperti itu, Samsung mengaku terus berinovasi di ranah smartwatch karena permintaan pasar pasti akan semakin meningkat, salah satunya terlihat dari sesi pre order produk terbarunya Galaxy Watch Active 2.

Baca Juga:
Makin Pintar, Samsung Luncurkan Galaxy Watch Active 2 di Indonesia

Denny Galant, Head of Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia, mengatakan bahwa respon pasar tanah air terhadap generasi kedua jam pintar mereka mengalami peningkatan signifikan hingga 3,5 kali lipat dibanding produk sebelumnya.

“Animo luar biasa dari konsumen Indonesia. Bukan hanya dua kali lipat atau tiga kali lipat, tapi sampai 3,5 kali lipat saat kami launch over tanggal 27 September kemarin. Ini memacu kami lebih berinovasi,” kata Denny, saat acara peluncuran Galaxy Watch Active 2, di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi pada peluncuran perangkat terbarunya. Samsung mengklaim pertumbuhan ini telah terjadi sejak kehadiran perangkat wearable pertamanya di Indonesia, yaitu Galaxy Gear S.

Baca Juga:
Samsung Perluas Penjualan Galaxy Fold, Masuk Indonesia?

Lebih lanjut, melalui smartwatch, vendor ponsel asal Korea Selatan itu menargetkan kalangan millenial yang berada di rentang usia 20-34 tahun.

Menurut Denny, generasi ini memiliki karakter active, stylish, dan connected, sesuai dengan apa yang ditawarkan oleh smartwatch.

Dalam Galaxy Watch Active 2, Samsung melengkapi arloji pintar ini dengan ragam fitur pendukung hidup sehat diantaranya Running Trainer, Gym Tracker, Improved Sleep Tracking, Camera Controller, Fall Detection, pre loaded dengan layanan Google (Youtube dan Translator), konektivitas Wi-Fi, dan fitur anti air dengan tingkat ketahanan IP68.