Technologue.id, Jakarta – Banyaknya produsen smartphone asal Tiongkok yang mampu menghadirkan produk dengan harga terjangkau kini mulai jadi ancaman bagi para pemain besar, seperti Samsung. Dan hal tersebut terbukti dari data yang baru saja disajikan oleh salah satu perusahaan riset ternama.

Mengutip dari SamMobile.com (06/12/2018), Gartner dilaporkan sudah merilis data penjualan smartphone secara global untuk periode kuartal ketiga tahun 2018. Dari situ, tampak bahwa penjualan Samsung merosot sangat jauh jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Baca juga:

2019, Samsung Siapkan Smartphone 5G

Berdasarkan data tersebut, penjualan Samsung terhitung turun 14 persen dari 85,6 juta pada kuartal ketiga tahun 2017 ke 73,3 juta pada tahun 2018. Hal tersebut membuat pangsa pasar mereka pun ikut merosot dari 22,3 persen menjadi 18,9 persen untuk periode yang sama.

- Advertisement -

Baca juga:

Samsung Mau Sulap Galaxy S10 Jadi Desktop PC?

Di sisi lain, penjualan smartphone Huawei justu meningkat hingga ke angka 43 persen dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan ada kenaikan penjualan dari 36,5 juta unit pada kuartal ketiga 2017 ke 52,2 juta unit pada kuartal ketiga 2018. Alhasil, pangsa pasarnya pun naik dari 9,5 persen menjadi 13,4 persen.

Baca juga:

Demi Empat Kamera di Galaxy A9, Samsung Rela Lenyapkan Fitur Anti-Air?

Tak cuma soal persaingan dengan smartphone asal Tiongkok, Gartner juga menyebutkan bahwa ada penyebab lain yang membuat penjualan smartphone Samsung terperosot, yakni melemahnya permintaan dari berbagai jenis kategori smartphone. Dan hal tersebut termasuk kategori premium, yaitu Galaxy S9/S9+, Note 9, dan produk sejenis lainnya.