Technologue.id, Jakarta – Sebuah kabar mengejutkan tentang Qualcomm berembus cukup santer. Setelah dilaporkan menolak tawaran akuisisi oleh Broadcom, perusahaan yang dikenal sebagai pembuat chipset itu disebut akan kembali dijual.

Baca juga:

Siapa Ma Huateng, Orang yang Kekayaannya Sudah Lebihi CEO Alibaba?

Menukil Bloomberg (20/11/2017), disinyalir Qualcomm telah melunak. Pabrik asal Amerika Serikat itu pun berniat mempertimbangkan penawaran yang datang lagi dan bakal menyetujuinya jika dirasa harganya pas.

Para investor Qualcomm sendiri kabarnya baru akan setuju jika Broadcom menawar dengan harga 80 USD (sekitar Rp1 juta) per lembar saham.

Baca juga:

Apple Kalahkan Asus di Pasar Laptop, Berkat Produk Ini

Ketika Qualcomm me-reject tawaran Broadcom pada 13 November lalu, Executive Chairman Qualcomm, Paul Jacobs, menyatakan tawaran produsen sirkuit terpadu untuk perangkat komunikasi itu tak setimpal dengan reputasi Qualcomm di industri teknologi seluler dan prospek pertumbuhan masa depan mereka. Sepertinya, wajar saja jika Qualcomm bersikap demikian, karena mereka sejauh ini karya mereka sudah ditanamkan di smartphone bikinan Samsung, LG, Xiaomi, hingga si pendatang baru Razer. Dari fenomena bahwa masih diminatinya produk Qualcomm oleh vendor smartphone, kecil kemungkinan bahwa Qualcomm dijual karena tengah pailit.

Baca juga:

Speaker Glow in the Dark Bikin Ajeb-ajeb Makin Asoy!

Qualcomm sendiri telah berdiri sejak 1985. Karya populer mereka antara lain: prosesor Snapdragon 835 dan Snapdragon Wear yang didesain khusus untuk smartwatch. Belakangan, mereka sedang menyiapkan Snapdragon 845, yang konon juga akan dipamerkan di CES 2018.

Samsung disebut sudah mengantre di barisan pertama untuk mendapatkannya. Pabrik asal Korea Selatan itu diisukan akan membenamkan Snapdragon 845 ke seri Galaxy S9 dan S9 Plus tahun depan.