Baca Juga: Twitter Akui Ada Kebocoran Private Tweet
Terlebih lagi, perngumpulan data ini dapat dengan mudah diubah menjadi satu daftar email dan kata sandi. "Penyerang hanya tinggal menuliskan sebuah program perangkat lunak yang relatif sederhana untuk memeriksa apakah kata sandi dapat berfungsi. Konsekuensi dari akses yang dapat dilakukan para peretas ini nantinya mulai dari phising tingkat tinggi, karena pelaku peretasan dapat secara otomatis mengirim e-mail palsu ke seluruh daftar kontak, hingga serangan yang ditargetkan untuk mencuri seluruh identitas digital, uang, atau bahkan data jaringan sosial media para korban," ujar Sergey Lozhkin, pakar keamanan di Kaspersky Lab.Baca Juga: Foto-foto “Rahasia” 6,8 Juta Pengguna Facebook Bocor!
Dengan ancaman serangan itu, pastikan menggunakan kata sandi yang kuat untuk akun Anda yang paling penting dan sensitif (seperti internet banking, pembayaran online atau jaringan media sosial) dan selalu melakukan perubahan secara teratur. Penting juga dilakukan, selalu terapkan otentikasi dua faktor sebisa mungkin.