Technologue.id, Jakarta – Teknologi kecerdasan buatan atau artifial intelligence diyakini Huawei akan cerah di masa depan. Itu sebabnya perusahaan asal Tiongkok itu berusaha memposisikan diri sebagai perusahaan terdepan yang mengembangkan teknologi artficial intelligence (AI).

Hal tersebut diakui Richard Yu, CEO Huawei Consumer Business Group di perhelatan tahunan IFA 2017 yang berlangsung di Berlin, Jerman beberapa waktu lalu. Obsesi Huawei meraih kesuksesan di industri AI diwujudkan secara nyata melalui kehadiran chipset baru besutannya, Kirin 970.

“Kirin 970 adalah yang pertama dari serangkaian kemajuan baru yang akan membawa kekuatan dari artificial intelligence ke dalam perangkat kami dan mendorong kami menjadi yang terdepan,” ujar Richard kala itu.

Baca juga : Huawei Buka Program Beta Oreo untuk Pengguna Mate 9

- Advertisement -

Huawei pun mengajak media di Indonesia untuk mengenal lebih dekat chipset terbaru buatannya tersebut. Dalam sesi khusus, perusahaan tersebut memamerkan Huawei Mate 10 dan Mate 10 Pro yang merupakan perangkat pertama dengan teknologi AI dalam Kirin 970.

“Inovasi selalu menjadi bagian penting dari DNA kami. Kirin 970 yang diperkenalkan pertama kali untuk Huawei Mate 10 dan Mate 10 Pro, menandakan babak baru dari komitmen Huawei dalam inovasi teknologi, dan merupakan milestone pertama Huawei untuk strategi AI-nya. Kami akan terus menghadirkan inovasi produk yang berarti bagi para pelanggan kami, terutama di Indonesia,” kata Johnson Ma, Country Director Huawei Consumer Business Group Indonesia.

Kirin 970 ditenagai oleh CPU 8-inti dan GPU 12-inti generasi terbaru. Dibangun dengan menggunakan proses 10nm terdepan, chipset tersebut memuat 5,5 miliar transistor di dalam area yang hanya seluas satu cm persegi.

Baca juga: Smartphone Empat Kamera Huawei Sudah Mendarat di Malaysia, Indonesia Kapan?

Chipset terbaru dari Huawei ini merupakan platform mobile AI pertama yang memanfaatkan Neural Processing Unit (NPU) khusus. Dibandingkan dengan jajaran CPU Cortex-A73 quad-core, arsitektur komputasi yang heterogen dari Kirin 970 terbaru ini menghasilkan kinerja hingga 25 kali lebih baik dengan efisiensi 50 kali lebih besar.

Secara sederhana, Kirin 970 dapat melakukan proses-proses komputasi AI yang sama secara lebih cepat dengan menggunakan daya yang jauh lebih sedikit. Dalam uji image recognition yang dilakukan oleh Huawei, Kirin 970 dapat memproses 2.000 gambar per menit, jauh lebih cepat dibandingkan chip lainnya di pasaran.

Selain prosesor Kirin AI pertama di dunia, Huawei Mate 10 juga dilengkapi dengan Huawei FullView yang terbaru. Dengan layar seluas 5,9 inchi dan tampilan 16:9 untuk Huawei Mate 10 dan layar seluas 6 inchi dan tampilan 18:9 untuk Huawei Mate 10 Pro, ditambah dengan fungsi Smart Screen dari EMUI 8.0 terbaru yang ditenagai Android 8.0, perangkat flagship terbaru dari Huawei ini menawarkan pengalaman menonton yang belum dirasakan sebelumnya.

Baca juga: Begini Bocoran Desain Huawei Mate 10 Pro, Mirip Flagship Mana Ya?

Huawei kembali berkolaborasi dengan Leica untuk merancang bersama lensa ganda di Mate 10 dan Mate 10 Pro. Lensa ganda tersebut menggabungkan sensor RGB 12-megapixel dengan sensor monochrome 20-megapiksel, Optical Image Stabilization (OIS), f/1.6 aperture, bukaan lensa terbesar di dunia, fitur bokeh dan digital zoom yang ditenagai AI.

Huawei Mate 10 dan Mate 10 Pro memiliki kapasitas baterai sebesar 4000 mAh dengan fitur SuperCharge yang telah mendapatkan sertifikasi TÜV Fast-Charge Safety pertama di dunia, ditambah dengan sistem pengaturan smart battery management yang dapat memahami perilaku pengguna dan mengalokasikan sumber daya untuk memaksimalkan daya tahan baterai.

Selain itu, seri terbaru ini juga dilengkapi dengan solusi fast charging, ketika diujicoba di laboratorium Huawei fitur ini dapat mengisi ulang baterai dari 1 persen menjadi 20 persen dalam waktu 10 menit, dan 1 persen menjadi 58 persen dalam waktu 30 menit.

Baca juga: Huawei Resmikan Prosesor Mobile yang Mampu Dukung AI, Apa Hebatnya?

Dalam pengujiannya, perangkat tersebut dicharge dengan baterai 1 persen disertakan display yang dimatikan, melalui charger dan kabel Huawei SuperCharge, di lingkungan dengan jaringan 4G, suhu 25 derajat celcius, dan kelembaban relatif 45-80 persen.

Secara global, Seri Huawei Mate terbaru akan tersedia mulai pada akhir Oktober, dengan harga mulai dari 699 Euro untuk Huawei Mate 10 dan mulai dari 799 Euro untuk Huawei Mate 10 Pro. Namun, belum ada konfirmasi mengenai ketersediaan jajaran Huawei Mate terbaru ini untuk Indonesia.

Share this