Technologue.id, Jakarta – Samsung telah menjadi salah satu perusahaan teknologi paling menguntungkan di dunia ini dalam beberapa tahun terakhir. Makanya, penting bagi perusahaan terus berinovasi dan investasi agar selalu terdepan dalam hal teknologi. Dalam menanamkan modalnya, produsen smartphone seri Galaxy tersebut memutuskan untuk berinvestasi hingga US$20 miliar (atau sekitar Rp288 triliun) dalam teknologi masa depan khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI) dan 5G.

Nominal tersebut tentu bukan nilai yang besar bagi Samsung, mengingat raksasa smartphone ini terus mendulang revenue positif dari keseluruhan bisnisnya, baik dari smartphone hingga peralatan rumah tangga.

Baca juga:

Galaxy Note 9 Kemahalan? 5 Gawai Ini Berbaterai Jumbo dan Lebih Murah!

Dihimpun dari CNBC.com (08/08/2018), investasi hampir Rp300 triliun itu bakal dialokasikan di area pertumbuhan baru selama tiga tahun ke depan. Area tersebut di antaranya kecerdasan buatan, teknologi jaringan 5G, komponen listrik untuk mobil masa depan, dan biofarmasi.

Dalam memperluas kemampuan kecerdasan buatannya, Samsung akan mempekerjakan lebih dari 1.000 peneliti AI yang akan ditempatkan di pusat AI globalnya yang berlokasi di Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Rusia, dan Korea Selatan.

Baca juga:

Harga Samsung Galaxy Note 9 Capai Rp18 Juta, Layak Beli?

Selain dari investasi terfokus ini, Samsung sebenarnya akan menginvestasikan total US$161 miliar (Rp2.332 triliunan) selama tiga tahun ke depan. Dana ini akan mencakup pengeluaran modal dan biaya reserch and development (R&D) untuk semikonduktor dan bisnis display. Sebagian besar uang itu akan dihabiskan di negara asalnya Korea Selatan.

Baca juga:

Baru Sehari, Stok Samsung Galaxy Note 9 512GB Ludes!

Bisnis semikonduktor adalah divisi yang sangat menguntungkan dari Samsung karena telah mendorong sebagian besar pendapatannya selama beberapa tahun terakhir. Samsung ingin memompa lebih banyak uang ke divisi semikonduktor demi mempertahankan dominasinya di pasar.