Technologue.id, Jakarta – Di kalangan pengguna wearable gadget, nama Jawbone tidaklah asing. Mereka adalah produsen fitness tracker berpengalaman, bahkan sudah ada sebelum Apple Watch dan Xiaomi Mi Band lahir.

Namun kini, mengutip PhoneRadar (07/07/17), Jawbone harus behenti mengukir sejarah. Kesulitan menembus pasar wearable, perusahaan yang sudah ada sejak tahun 1999 itu akhirnya melikuidasi semua asetnya dan resmi gulung tikar.

Sebenarnya, tutupnya pabrik Jawbone tak terlalu mengagetkan, apalagi ketika meilihat kiprah Apple Watch dan Xiaomi yang makin mengkilap. Perusahaan yang dulu beradu dengan Jawbone, Fitbit, pun mulai kesulitan mengimbangi ritme keduanya di pasaran.

Alhasil sedari tahun lalu, mereka sudah berhenti memproduksi unit baru. Bahkan di bulan September 2016, perusahaan yang bermarkas di California tersebut tak lagi menjual wearable-nya.

Menariknya, sang CEO, Hosain Rahman, tak mau menyerah begitu saja. Memutuskan untuk tidak hengkang dari industri ini, ia kini coba membesarkan startup barunya, Jawbone Health Hub. Startup tersebut fokus menyediakan software dan hardware untuk kepentingan klinis.

Jawbone Health Hub sendiri dilaporkan tetap akan menyervis fitness tracker Jawbone yang ada di pasaran. Namun untuk saat ini, tak banyak yang bisa dijelaskan soal startup tersebut, kendati sempat ada rumor Rahman telah mendapatkan pendanaan untuk bisnis barunya.

 

Baca juga:

Tahukah Anda? Xiaomi dan Apple Sama-Sama Berkuasa di Bisnis Ini

Gelang Pintar Mulai Tak Laku, Bagaimana dengan Smartwatch?

Garmin Gandeng Erajaya, Luncurkan 5 Wearable Device