Technologue.id, Jakarta – Laporan dari APnews.com (13/08/2018) belum lama ini bisa dibilang mengejutkan. Pasalnya, terungkap kalau Google dapat mendeteksi lokasi user, walaupun mereka tak mengaktifkan fitur Location History di perangkat Android atau iPhone yang terpasang layanan dari Google seperti Maps.

Ternyata, sekadar meng-opt-out fitur tersebut masih kurang. Untuk melarang Google melacak keberadaan Anda, Anda perlu menghilangkan izin dari fitur “Web & App History”.

Baca juga:

Google Masuk China Tunggangi Startup Ini?

Sejumlah pihak pun menganggap Google telah melanggar privasi pengguna. Salah satunya Jonathan Mayer, mantan petinggi Federal Communications Commission (FCC), yang menyebut kalau seharusnya menonaktifkan Location History sudah cukup untuk menghalau Google dari aktivitas pemantauan penggunanya. Senator Mark Warner juga mengusulkan agar kebijakan yang memungkinkan user diberi kebebasan lebih untuk mengontrol datanya segera dibuat.

Baca juga:

Google Tak Akan Rilis Android Q?

Menurut Google, mereka memang mencoba mengakses lokasi pengguna layanannya lewat beberapa cara. Hal ini mereka lakukan untuk menghadirkan experience yang apik bagi user.

“Kami menyediakan deskripsi yang jelas untuk tiap tool tersebut dan kontrol yang menyeluruh akan itu, sehingga pengguna dapat mengaktifkannya atau tidak serta menghapus historinya kapan saja,” kilah penguasa search engine itu.

Baca juga:

Google Kini Bisa Ketahui Event Kesukaan Anda

Kendati bagi beberapa orang hal ini seperti pelanggaran privasi, tetapi mungkin Anda membutuhkan fitur Google ini. Sebab dengan mengetahui lokasi user, anak perusahaan Alphabet Inc. itu bisa memberikan update cuaca otomatis harian, contohnya.

Apabila Anda merasa belum menonaktifkan kedua fitur yang telah dijabarkan di atas dan penasaran terhadap rekam jejak Google atas aktivitas Anda, silakan akses myactivity.google.com. Anda pun dapat menonaktifkan Web & App History dari sini, melalui “activity controls” di menu bagian kiri.