Bukalapak: Furnitur dan Barang Berat Mendominasi Tren Belanja Online 2018

Technologue.id, Jakarta – Di era serba digital ini perkembangan e-commrece semakin pesat. Ini juga ditandai dengan jumlah pembeli di online shop yang terus meningkat. Jenis barang yang dibeli pun beragam. Mulai dari barang elektronik, gadget, furnitur, peralatan rumah tangga, fashion dan lainnya paling sering dibeli di online shop.

Kebutuhan barang yang dibeli di online shop terus berkembang sesuai trend yang berlaku. Pesatnya pertumbuhan e-commerce ini juga didukung oleh layanan logistik yang handal. Tanpa dukungan layanan logisitik proses pengiriman barang ke konsumen tidak akan terjadi.

Baca juga:

Gandeng JNE, Bukalapak Hadirkan Armada Truk Dengan Jangkauan Lebih Luas

Sejumlah permasalahan kerap terjadi saat melakukan transaksi jual beli online. Masalah logistik salah satunya. Misalnya, konsumen membeli sebuah barang yang berukuran besar dan berat. Walaupun bisa, terkadang sering sekali barang tersebut rusak akibat kapasitas barang melebihi kendaraan yang mengantar barang tersebut.

Menjawab hal ini Bukalapak bekerjasama dengan JNE menghadirkan layanan JNE Trucking (JTR). Layanan ini menghadirkan truk untuk mengangkat barang besar dan berat dengan batas minimal 10kg.

Baca juga:

Tingkatkan Penjulan, Bukalapak Edukasi Para Pelapak

“Sejak dua tahun terakhir permintaan barang berat seperti kasur, tempat tidur, dan furnitur mendominasi tren belanja online di Indonesia. Di Bukalapak pun sering terjadi. Selama ini Bukalapak tidak memiliki layanan yang mendukung pengiriman barang tersebut,” Muhammad Fajrin Rasyid, Co-Founder dan CFO Bukalapak menjelaskan kepada Technologue.id di kantor JNE Tomang, Jakarta Barat, Kamis (22/02/2018).

Fajrin menambahkan selama ini transaksi barang berat di Bukalapak menggunakan kurir.

“Kalau menggunakan kurir, kita tidak bisa melacak keberadaan sang kurir. Jika menggunakan JTR semuanya dapat kita tracking,” tandas pria berkacamata itu.

Baca juga:

Ini Komitmen Bukalapak di Usia ke Delapan

Fajrin lanjut menambahkan biaya yang dikeluarkan jika menggunakan kurir pun lebih besar. Dengan JTR jauh lebih hemat.

Senada dengan Fajrin, Eri Palgunadi selaku Vice President of Marketing JNE memberikan tanggapan.

“Harga yang ditawarkan JTR sangat terjangkau. Contohnya, konsumen cukup membayar Rp 25 ribu, sedangkan harga aslinya Rp 90 ribu. Diskon nya cukup besar hampir 70 persen. Proses pengirman nya membutuhkan waktu sekitar tiga hari. Karena muatannya banyak dan berat sehingga membutuhkan proses loading barang. Tentunya ini berbeda dengan jasa mengantar dokumen biasa yang hanya membutuhkan waktu pengiriman satu hari.”

Recent Articles

Justice League dan Film DC Lainnya Masih di HBO Max Sampai Desember

Technologue.id, Jakarta - WarnerMedia Entertainment mengumumkan perpanjangan beberapa film DC populer di HBO Max, akan tetap di platform streaming itu hingga Desember 2020.

Moonton Hibur Player Mobile Legends India

Technologue.id, Jakarta - Bentrokan di perbatasan India-Cina telah dirasakan dampaknya oleh beberapa pihak, terutama bagi pengguna smartphone yang menggunakan aplikasi dan game...

Vivo X50 Segera Meluncur di Indonesia, Yuk Intip Kelebihannya

Technologue.id, Jakarta - Vivo segera menghadirkan jajaran X50 Series ke Indonesia. Ponsel yang mengunggulkan kemampuan fotografinya ini dipastikan akan mendarat di Tanah...

Karyawan Masuk Kantor, Aplikasi Ini Mampu Deteksi Jarak Aman dan Face Mask

Technologue.id, Jakarta - Platform payroll digital, Catapa, meluncurkan produk baru CatapaAtOffice untuk menciptakan produktivitas dengan rasa aman dan nyaman untuk karyawan sekaligus...

Smartphone Nokia 1 2018 Kebagian Android 10 Go Edition

Technologue.id, Jakarta - Sejak awal diluncurkan hingga saat ini, perangkat Android yang sudah bisa mencicipi sistem operasi Android 10 umumnya berasal dari...

Related Stories

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here