Technologue.id, Jakarta – Rayakan hari jadi ke delapan, Bukalapak terus berkomitmen  memajukan ekonomi digital di Indonesia dengan membantu para UKM kembangkan bisnis mereka. Pertumbuhan UKM pun kian pesat hingga 3 kali lipat dibandingkan tahun 2017. Bukalapak telah menjembatani para UKM dan pembeli dari Sabang sampai Marauke.

Hingga saat ini Bukalapak tercatat memiliki 35 juta pengguna. Jumlah transaksi per hari mencapai 320 ribu transaksi. Bukalapak telah menjadi sebuah platform online marketplace yang terpercaya di Indonesia yang telah menghubungkan langsung para pelaku UKM dan pembeli dari Sabang sampai Merauke. Sekitar 30% dari netizen Indonesia pernah mengunjungi Bukalapak.

Baca juga:

Tingkatkan Penjulan, Bukalapak Edukasi Para Pelapak

- Advertisement -

“Omset UKM di Bukalapak meningkat hingga 2 kali lipat di 2017 dalam kurun waktu 2 tahun dari tahun 2015. Di tahun 2017 ini omset pelapak di Bukalapak mencapai Rp 30 juta hingga Rp 40 juta dalam waktu setahun,” Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak menjelaskan kepada Technologue.id saat acara Ulang Tahun ke-8 Bukalapak di kawasan Kuningan, Jakarta.

“Dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai Rp 15 – 20 juta, di tahun 2017 terus mengalami peningkatan. Kami berharap di tahun 2018 ini omset para pelapak akan terus meningkat.”

Achmad Zaky – Founder dan CEO Bukalapak (Technologue.id/Donnie Pratama Putra)

Baca juga:

Selain Samsung, Ini Brand Elektronik Top Buruan Netizen Indonesia

Didirikan oleh Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono pada tahun 2010 silam, Bukalapak berkomitmen menaikan kelas para pelaku UKM di Indonesia. Seiring dengan bertambah banyak nya UKM yang tergabung di Bukalapak, Komunitas Bukalapak mulai dibentuk pada tahun 2012 sebagai wadah untuk berbagi informasi sukses berjualan online. Saat ini jumlah komunitas Bukalapak telah mencapai 80 komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan jumlah pelapak yang mencapai lebih dari 2,2 juta.

“Memasuki usia satu windu, kami berharap Bukalapak dapat menjadi aset terbaik bangsa Indonesia. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis kami, namun kami juga ingin terus tumbuh bersama para UKM di seluruh Indonesia, kami mendorong mereka untuk terus berkarya dan memproduksi kerajinan-kerajinan secara kreatif dan memasarkannya melalui marketplace dengan tujuan memperluas jangkauan pemasarannya,” tambah pria berkacamata itu.

Baca juga:

Rajin Ajak Orang Indonesia Hidup Lebih Cermat, Situs Ini Diinves Rp540 Miliar

Di usia ke delapan ini, Bukalapak terus berupaya menaikan kelas UKM dengan berencana mendirikan pusat riset di Bandung

“Kami akan memberikan pelatihan kepada para UKM melalui pusat riset ini. Bandung itu merupakan pusat studi teknolgi. Lokasinya sedang dalam tahap pencarian di wilayah Bandung. Kita sudah sharing dengan beberapa pihak mengenai wacana ini. Kami berharap, nantinya dapat mewujudkan Bandung sebagai smart city,” tutup Zaky.

 

Share this