Technologue.id, Jakarta – Google boleh disebut sebagai penguasa pasar smartphone dunia untuk saat ini. Bagaimana tidak, mereka adalah pemilik sistem operasi mobile Android yang menurut IDC pada Q1 2017 lalu sudah menguasai 85 persen pangsa pasar smartphone global.

Untuk itu, menjadi wajar jika Google ingin memanjakan para penggunanya dengan aplikasi berkualitas nan terbaik. Makanya, Google kini menghadirkan bug bounty program ke aplikasi bikinan pihak ketiga yang dijajakan di Play Store.

Baca juga:

Wow, Google Photos Makin Cerdas! Bukan Cuma Manusia yang Dianalisis!

Melansir Engadget (20/10/17), Google akan membayar hacker mana pun yang ada di dunia, termasuk Anda, yang berhasil menemukan celah keamanan di aplikasi top dan favorit di Android. Tak tanggung-tanggung, Google menjanjikan 1.000 USD (setara Rp13,5 juta) untuk setiap isu yang ditemukan para peretas.

Temuan para white hacker ini nantinya harus disampaikan langsung kepada pengembang aplikasi tersebut. Mereka juga harus bekerja sama untuk menutup celah tersebut sebelum melaporkan ke platform HackerOne untuk mendapatkan reward dari Google.

Baca juga:

Kecerdasan Google Pixel 2 yang Satu Ini Bisa Selamatkan Nyawa Anda

Adapun aplikasi yang boleh dicari kecacatannya, yakni Dropbox, Duolingo, Line, Snapchat, Tinder, Alibaba, Mail.ru, dan Headspace. Ke depannya, Google berjanji akan berkolaborasi dengan lebih banyak lagi app developer ternama.

Baca juga:

Nokia 8 Ternyata Anti-Bengkok, Kalau Dibakar?

Ya, singkatnya, Anda memang tak bisa mencari bug dari aplikasi asal-asalan atau yang dikembangkan developer kelas teri. Namun, apa Anda tidak bangga kalau bisa menemukan celah keamanan dari aplikasi yang basis penggunanya di dunia amat banyak, kesempatan berkolaborasi dengan pengembang ternama, dan menyelamatkan jutaan orang dari potensi eksploitasi para penjahat siber?