Technologue.id, Jakarta – Huawei kembali mengorbitkan Nova Series terbaru di Tanah Air untuk mengisi pasar kelas menengah. Nova 3i ini memiliki empat kamera unggulan dengan kemampuan fitur scene recognition. Dengan produk ini, perusahaan mengklaim telah menghadirkan fitur premium di segmen medium. Tujuannya, agar memperkuat image sebagai vendor yang patut diperhitungkan.

“Secara brand, image Huawei di Indonesia belum sebanding image di luar negeri (global). Di luar, image Huawei adalah smartphone mid-to-high. Namun, untuk Indonesia di mana majority bermain di low-end apalagi pertama masuk ke sini kami merilis model low-end. Image kita masih ada gap yang cukup jauh,” ujar Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Device Indonesia.

Baca juga:

Huawei Tingkatkan Kualitas Empat Kamera di Nova 3i

Dengan image yang sudah terbentuk sebelumnya, Huawei mulai memperkenalkan jajaran produk yang inovatif dan premium, salah satunya melalui P20 Pro. Huawei P20 Pro dinobatkan menjadi smartphone kamera terbaik saat ini berkat teknologi yang dipunya. Harganya pun tak tanggung-tanggung, sekitar Rp12 jutaan.

- Advertisement -

Baca juga:

Belum Tutup Tahun, Huawei Sudah Jual 100 Juta Unit Ponsel

Sementara untuk kelas menengah, perusahaan akan mengandalkan seri Nova dan disebut sebagai ‘bintang baru yang bersinar’. Lo Khing Seng menjelaskan seri Nova lahir di 2016, dan sampai saat ini sudah terjual hingga 40 juta unit. Seri Nova hadir menjadi hero model di tahun ini untuk segmen generasi muda dan pengguna yang dinamis.

“Di Indonesia, Huawei perlu bentuk brand agar lebih kuat. Huawei bukan produk China biasa yang kebanyakan bermain di segmen low end. Tapi, Huawei adalah perusahaan teknologi yang memberikan inovasi,” tuturnya.

Baca juga:

Bukan Samsung, Huawei Jadi Perusahaan Pertama yang Rilis Ponsel Lipat?

Komitmen Huawei di pasar smartphone pun diperkuat dengan berbagai inovasi yang dilakukannya. Huawei termasuk perusahaan teknologi yang berinvestasi besar dalam mengembangkan berbagai inovasi dan teknologi baru. Pada tahun lalu, perusahaan mengalokasikan 10% atau Rp 900 triliun dananya untuk R&D (pusat riset dan pengembangan).

Huawei saat ini memiliki 14 pusat riset dan pengembangan di dunia, termasuk di Beijing, Tiongkok dan 36 joint innovation center.