Technologue.id, Jakarta – Kuping Twitter mungkin sudah terasa panas gara-gara lama disindir para netizen terkait inisiatifnya untuk membuat platformnya lebih damai dan nyaman, tetapi belum terealisasi dengan benar. Mulai Oktober ini, mereka telah mencanangkan timeline kerja untuk menuntaskan pekerjaan rumahnya sekaligus tuntutan yang dilayangkan pengguna setianya.

“Ini adalah pertama kalinya kami berbagi informasi terhadap visibilitas pekerjaan kami, dan kami berharap ini membantu membangun kepercayaan Anda terhadap platform ini ke depannya,” begitu aku Twitter Indonesia lewat blog resminya (20/10/17). Pembaruan dari Twitter yang dapat berupa insight itu nantinya bakal di-update secara reguler dan bisa diakses secara real-time.

Baca juga:

Enggak Perlu Go-Food, Pesan Makanan Sekarang Bisa Lewat Facebook!

Dari sekian agenda dalam kalender kerja yang mereka bagikan, tepatnya dari Oktober 2017 sampai Januari 2018, satu hal yang amat menarik adalah bagaimana medsos berlogo burung itu coba memerangi terorisme. Pembaruan aturan yang dijadwalkan teralisasi pada 3 November mendatang menyatakan Twitter akan men-suspend akun organisasi yang lekat dengan upaya kekerasan.

Baca juga:

Dituding Halalkan Komik Pornografi, Begini Kata CEO BBM

Display name serta gambar dan simbol (termasuk di avatar) yang berbau kebencian juga tak lagi diperbolehkan di platform ini. Sebulan berikutnya, perusahaan yang kini dipimpin Jack Dorsey itu mengaku bakal mulai menghapus konten yang mengandung aksi kekerasan dan provokatif, yang menuntun pada upaya kontak fisik hingga kematian.

Baca juga:

Ini Trik Beriklan di Instagram, Siap-siap Bisnis UKM Anda Makin Besar!

Tak cuma itu, Twitter juga telah menabuh genderang perang terhadap pornografi. Konten tak senonoh, seperti yang diambil diam-diam tanpa sepengetahuan objek foto akan coba dihilangkan sedari bulan ini. Semoga saja, upaya Twitter kali ini berhasil dan tak hanya berakhir sebagai gertak sambal, ya.