Technologue.id, Jakarta – Momen-momen di musim liburan perayaan tahun baru kini tidak lagi hanya dirasakan namun juga setidaknya dibagikan kepada publik, terutama melalui platform media sosial.

Di sinilah social media menjadi instrumen sangat ampuh sebagai tempat bagi orang-orang untuk berbagi perjalanan liburan mereka.

Dalam beberapa kasus, banyak orang-orang yang senang membagikan boarding pass mereka di media sosial sebagai pemberitahuan secara publik atas partisipasinya dalam merayakan momentum besar.

Baca Juga:
Hacker Asal China Bobol Data Klien Milik HP Enterprise dan IBM

Sementara banyak orang berpikir bahwa memposting gambar boarding pass ke jejaring sosial adalah cara yang bagus untuk unjuk diri, nyatanya hal tersebut juga bisa menjadi langkah menuju mimpi buruk. Karena banyak orang memasang foto tersebut di bawah pengaturan publik, mereka berpikir tentang hak-hak unjuk diri dan bukan informasi berharga di dalam gambar tersebut yang dapat digunakan oleh seseorang dengan niat jahat.

- Advertisement -

Selain dari nama dan tujuan, boarding pass Anda mencakup beberapa informasi sensitif, yang jika dilihat sekilas tampaknya tidak bermanfaat bagi siapa pun, kecuali staf bandara.

Informasi pada boarding pass juga termasuk dalam screenshot tiket, konfirmasi pemesanan yang diperoleh melalui aplikasi seluler dan terlebih lagi, email. Apabila Anda cenderung menggunakan kata sandi yang lemah, siapa saja yang secara diam-diam membaca email tersebut dapat memperoleh akses ke data ini.

Nomor atau nama pemegang kartu, dalam beberapa kasus, memungkinkan bagi orang asing untuk masuk ke profil pribadi Anda di situs web maskapai untuk melakukan check-in online.

Baca Juga:
Medsos Sakaratul Maut Ini Diserang Hacker, 52 Juta Pengguna Terancam

Bagian kedua dari data penting yang tersembunyi pada boarding pass Anda adalah Passenger Name Record, atau dengan singkat disebut PNR. PNR adalah kode reservasi, yang berfungsi sebagai pengenal unik penumpang dalam sistem reservasi komputer. Ini termasuk data rute dan semua yang bepergian bersama Anda. Jadi, jika perjalanan dilakukan bersama dengan keluarga, Anda akan berbagi PNR yang sama.

PNR juga termasuk informasi tentang tarif, serta informasi pembayaran (seperti nomor kartu kredit). Dalam beberapa kasus, berikut adalah informasi aktif yang berada di dalam PNR: nomor telepon penumpang, detail akomodasi di negara tujuan, tanggal lahir, dan data paspor. Jika Anda mempertimbangkan lebih jauh, informasi tersebut adalah data yang sangat berharga.

Jika PNR termasuk nomor ponsel, itu adalah kesempatan bagi para scammer menduplikasi kartu SIM, bahkan memberikan pelakunya kesempatan untuk membersihkan akun Anda dari uang dan menggunakannya untuk pembayaran online.

“Membagikan boarding pass di media sosial adalah hal yang sangat sering kita temui bahkan di Indonesia sendiri. Jika memang masih ingin membagikannya di media sosial akan lebih baik untuk menyamarkan kode barcode, nama, e-mail dan informasi penting lainnya, namun lebih baik lagi jika Anda dapat membagikan momen perjalanan hanya saat tiba di tempat tujuan dan merasakan liburan yang nyaman,” kata Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky Lab APAC.