Tertipu Wanita BO, Cowok ini Curhat di Ulasan WhatsApp

Technologue.id, Jakarta – Kolom ulasan di Play Store atau App Store berguna untuk menggambarkan fungsi aplikasi bagi yang hendak memasangnya. Sehingga dapat menjadi pertimbangan sebelum aplikasi tersebut dipasang.

Namun, ada salah satu ulasan  yang “unik”. Salah satunya ulasan aplikasi WhatsApp yang dibagikan oleh akun Twitter bernama @mojosukapuyo. Alih-alih menceritakan kelebihan dan kekurangan WhatsApp, pengguna yang diketahui berjenis kelamin pria ini justru membagikan pengalaman pribadinya tertipu wanita BO yang dipesannya sendiri.

Baca Juga:
Menguji Ketangkasan Layanan Chatbot WhatsApp COVID-19

Tertipu Wanita BO, Pria ini Ceritakan Kisahnya di Kolom  Ulasan WhatsApp!

Sebuah kisah lucu dibagikan oleh akun Twitter @mojosukapuyo. Dia menampilkan sebuah ulasan “tak biasa” tentang aplikasi WhatsApp, ulasan tersebut berisi pengalaman seorang pria yang tertipu wanita “pesanan”. Awalnya, wanita tersebut janji bertemu dengan tarif sebesar dua juta rupiah. Pria ini menuruti aturan wanita tersebut yang meminta pembayaran secara bertahap.

Mulanya, tarif yang dikirimkan untuk DP, kemudian untuk biaya keamanan, pesan hotel, dan yang terakhir berupa ancaman jika tidak membayar lunas dua juta rupiah, maka pria tersebut akan dilaporkan pada istrinya. Pria tersebut percaya begitu saja. Sayangnya, belum sempat bertemu, wanita itu sudah memblokir nomor WhatsApp pria tersebut.

Baca Juga:
Membuat Video Call Berempat dengan WhatsApp

Kisah Pribadi Sebaiknya Tidak Diceritakan di Kolom Ulasan

Umumnya, pengguna memberi ulasan mengenai kekurangan dan kelebihan aplikasi, namun pria ini justru menceritakan pengalaman pribadinya. Entah apa yang meracuninya, hal tersebut sebetulnya tidak perlu diceritakan pada kolom ulasan WhatsApp.

Terlepas dari masalah moral, penipuan tersebut jelas karena kelalaian pengguna. Pria tersebut tidak berhati-hati dalam mengambil keputusan dan langsung menuruti saja persyaratan yang tidak masuk akal dari wanita tersebut.

Hal itu sebetulnya adalah aib yang tidak boleh diketahui siapapun. Selain masuk kategori perselingkuhan, unsur kelalaian pun termasuk ke dalamnya. Menuliskan cerita pribadi di kolom komentar bukan tindakan yang benar, sebab pasti banyak orang yang membacanya. Bagaimana jika suatu hari istrinya membaca ulasan tersebut?. Tentunya akan terjadi pertengkaran besar. Pertama, karena mencoba berselingkuh. Kedua, karena menghamburkan uang.

Ulasan pria tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi yang membacanya. Akan tetapi, sebaiknya memanfaatkan kolom komentar hanya untuk mengulas kelebihan dan kekurangan aplikasi tersebut. Pengalaman “pribadi” ketika menggunakan aplikasi tersebut sebaiknya tidak diceritakan pada kolom ulasan, sebab banyak orang yang membacanya, dan biarkan pengalaman tersebut menjadi konsumsi pribadi.

Recent Articles

Bisnis Digital Dikenai Pajak, Trump Ancam Ambil Tindakan

Technologue.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump geram melihat sejumlah negara akan menarik pajak untuk perusahaan berbasis digital seperti Netflix dan...

Sama Persis, Fitur Telkomsel CloudX Juga ‘Diracik’ oleh Developer Zoom

Technologue.id, Jakarta - Di tengah pandemi Corona, aplikasi video telekonferensi menjadi salah satu layanan komunikasi yang paling diminati. Bila aplikasi meeting online...

Bantu UKM Hadapi Gempuran Pandemi Covid-19, Masterweb Network Rilis Layanan New Web1Menit

Technologue.id, Jakarta - Tahun 2020 memang terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pasalnya baru berjalan selama 3 (tiga) bulan namun perekonomian mengalami goncangan...

Keberadaan Xiaomi Mi Band 5 Terkuak, Ini Fitur-Fiturnya

Technologue.id, Jakarta - Belakangan, Xiaomi tampaknya cukup rajin untuk memperbaharui lini smartband miliknya. Jika tahun lalu sempat merilis Mi Band 4, tahun...

ShopeePay Permudah Transaksi Pemesanan Online Kebutuhan Harian di Masa Pandemi

Technologue.id, Jakarta - Terhitung sudah hampir tiga bulan lamanya pemerintah memberlakukan kebijakan Social Distancing dengan imbauan untuk tetap selalu berada di rumah...

Related Stories