TikTok Bersih-bersih Akun di Bawah Umur

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – TikTok gencar meningkatkan perlindungan terhadap anak di bawah umur. Platform media sosial besutan ByteDance itu telah menghapus lebih dari 7 juta akun yang diduga milik anak di bawah umur 13 tahun pada kuartal pertama tahun ini.

Dalam laporan transparansi pertamanya pada tahun 2021 yang belum lama dirilis, sebanyak 7.263.952 akun di antaranya diduga digunakan di bawah usia ketentuan. Ini pertama kalinya TikTok menerbitkan angka-angka seperti itu dalam laporan penegakan pedoman penggunaan platform tersebut.

“Untuk pertama kalinya, kami mempublikasikan jumlah akun yang dicurigai di bawah umur yang dihapus. Laporan ini mencakup tiga bulan pertama di tahun ini,” ungkap TikTok, sebagaimana dikutip dari Mashable (1/7/2021).

Baca Juga:
Ingin Bisa Bengong, Pendiri TikTok Mundur dari Jabatannya

Namun, diklaim penghapusan itu hanya berupa dugaan. Sebab, tidak ada cara untuk mengetahui pasti berapa banyak pengguna di bawah usia 13 tahun yang benar-benar menggunakan TikTok. Sebab, akun yang dihapus adalah akun yang di mana pengguna dengan sukarela memasukkan tanggal lahirnya.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa profil tersebut menyumbang kurang dari 1% pengguna global.

Detail tentang penggunaan di bawah umur diharapkan membantu mendorong industri dalam hal transparansi dan akuntabilitas seputar keselamatan pengguna.

Lebih lanjut, laporan itu juga mengatakan: 61.951.327 video dihapus karena melanggar aturan aplikasi, kurang dari 1% dari semua video yang diunggah.

Baca Juga:
Mirip-mirip, Ini Beda Instagram Reels dan Tiktok

Sebanyak 82% dari mereka dihapus sebelum dilihat, 91% sebelum pengguna melaporkannya, dan 93% dalam 24 jam setelah diposting.

Kemudian, sebanyak 1.921.900 iklan ditolak karena melanggar kebijakan pedoman periklanan. Total 11.149.514 akun telah dihapus karena melanggar pedoman dan persyaratan layanan.

Dikutip dari BBC, TikTok menekankan bahwa mereka telah memperkenalkan beberapa langkah untuk melindungi remaja di platform, termasuk membatasi fitur seperti perpesanan pribadi dan streaming langsung untuk pengguna berusia 16 tahun ke atas.

Pada bulan Januari tahun ini, TikTok memperkenalkan fitur di mana mereka yang berusia di bawah 16 tahun dapat mengatur akun mereka secara otomatis ke pribadi.

Akun-akun anak-anak di bawah 16 tahun ini hanya akan bisa diakses oleh pengguna yang diizinkan oleh pengguna akun. Demikian pun komentar hanya bisa diunggah jika diizinkan dan video-video di dalam akun tersebut tak akan bisa diunduh.

TikTok mengatakan perubahan itu diharapkan bisa mendorong pengguna untuk lebih aktif terlibat dalam mengawasi privasi mereka di dunia maya.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories