Baca juga:
Terungkap, Twitter Jual Akses Data User ke Pentolan Cambridge Analytica
Lantas, apakah akan ada dampak yang ditimbulkan dari kesalahan teknis ini? Twitter sejauh ini mengklaim tidak ada dan memang belum tersiar kabar kalau bug ini adalah hasil dari serangan siber oknum tertentu. "Kami telah memperbaikinya dan penyelidikan kami tidak menunjukkan adanya indikasi pelanggaran atau penyalahgunaan oleh siapa pun," Parag Agrawal, CTO Twitter, menuliskannya di blog resmi perusahaannya (03/05/2018).Baca juga:
Pengguna Bertambah, Twitter Akan Raih Profit?
Secara singkat, Twitter menjelaskan kalau password user mereka sembunyikan lewat fungsi bernama bcrypt. Semua password bakal diganti dengan serangkaian angka dan huruf acak yang disimpan di sistem mereka. Hal ini memungkinkan Twitter mengidentifikasi kredensial akun user tanpa mengungkap kata sandi mereka yang sesungguhnya.Baca juga:
Akhirnya, Twitter Raih Untung untuk Pertama Kalinya
Ini adalah kali kedua dalam seminggu terakhir Twitter menghebohkan penggunanya dan berpotensi membuat mereka kecewa. Sebelumnya, Jack Dorsey cs mengakui kalau mereka pernah menjual akses data publik ke orang dalam Cambridge Analytica tahun 2015 silam.